Susi Gandeng Menteri Perikanan se-Asia Demi Berantas Illegal Fishing
"Ini inisiatif yang sudah ditandatangani banyak negara, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Fiji sudah komit bersama dan ingin melaksanakan koordinasi tersebut untuk eliminasi IUU Fishing. Saya berharap, koordinasi ini bukan cuma hari ini," pungkasnya.
Pada momentum pembukaan Ministerial Meeting dua hari lalu, Rabu (27/7) juga dihadiri Menteri Perikanan dan Kehutanan dari Fiji Oseea Naiqamu, Menteri Pertanian dan Agro berbasis Industri Malaysia Ahmad Shabery bin Cheek, dan Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata Palau Fleming Umiich Sengebau, Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Daerah Terpencil Vietnam Vu Van Tam, serta perwakilan 22 negara dan 3 organisasi internasional.
Total peserta yang hadir sebanyak 90 orang dari Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Uni Eropa, Kenya, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Palau, Papua Nugini, Norwegia, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, Inggris, Amerika Serikat, Vietnam, dan negara lainnya.
Pertemuan ini bagian dari rangkaian _Regional Fisheries Summit 2016 yang digelar The Economist berlangsung 27-28 Juli 2016 di Shangri-La Hotel Jakarta. Momentum tersebut menitikberatkan pencegahan masuknya produk ikan ilegal ke dalam sistem atau rantai pasokan secara global.
Nah untuk memperkuat dukungan data dan pandangan secara akademik terhadap kebijakan reformasi perikanan, telah digelar juga Collaborative Workshop on The Benefits of Sustainable Fisheries in Indonesia. (nel/jpg)