The Good, The Bad, and The Ugly
Oleh: Dhimam Abror DjuraidPada putaran pertama pemilih Islam militan yang ketika itu dimotori oleh FPI (Front Pembela Islam) masih terpecah suaranya antara AHY dan Anies.
Pada putara kedua pemilih Islam militan menjatuhkan pilihannya kepada Anies.
Pertarungan elektoral yang sangat keras meninggalkan bekas luka yang sangat dalam.
Kedua kubu tidak bisa direkonsiliasikan dan terpecah menjadi cebong dan kampret yang terus melekat sampai sekarang.
Anies dituding sebagai biang politik aliran dan secara sarkastis dijuluki sebagai ‘’Bapak Politik Aliran’’.
Sampai sekarang oleh pada pengritiknya Anies tetap diberi labelling politik aliran itu, meskipun dalam menjalankan pemerintahannya di DKI Anies berusaha menerapkan kebijakan yang inklusif.
Labelling itu melekat dan kelihatannya akan tetap menjadi bahan rundungan terhadap Anies jika maju ke kontestasi pilpres 2024.
Identitas agama dan politik selalu menjadi isu yang panas di setiap kontestasi politik.