Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Virus Corona Sudah Menyebar di Washington Sejak Januari, Tetapi Tidak Terdeteksi

Selasa, 03 Maret 2020 – 20:16 WIB
Virus Corona Sudah Menyebar di Washington Sejak Januari, Tetapi Tidak Terdeteksi - JPNN.COM
Virus Corona. Foto: istimewa

jpnn.com, WASHINGTON - Para peneliti dari Amerika Serikat (AS) mengungkapkan virus corona mungkin telah menyebar di wilayah Negara Bagian Washington selama enam pekan. Dugaan tersebut disimpulkan setelah mereka memeriksa genom milik dua orang yang terinfeksi di negara bagian tersebut, Minggu (1/3).

Trevor Bedford, seorang lektor kepala di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson dan Universitas Washington, mengatakan bahwa kedua orang tersebut tinggal di county yang sama, tetapi tidak diketahui melakukan kontak terhadap satu sama lain.

Temuan genetik itu menunjukkan bahwa COVID-19 telah menyebar melalui orang lain di lingkungan tersebut selama hampir enam pekan.

Satu dari dua kasus tersebut dilaporkan pada 20 Januari lalu, sementara kasus lainnya baru diumumkan pada Jumat (28/2). Kasus kedua itu kemungkinan merupakan penularan dari kasus pertama karena virus pada kedua kasus tersebut memiliki variasi genetik yang sepertinya langka. Variasi itu hanya ditemukan pada dua dari 59 sampel yang sekuensnya telah dibagikan oleh China, tutur Bedford.

"Sangat kecil kemungkinannya bahwa dua virus yang berasal dari luar AS secara independen akan tiba di wilayah geografis yang sama dan terkait secara genetik kecuali memang terhubung," papar Andrew Rambaut, profesor evolusi molekuler di Universitas Edinburgh, yang tidak terlibat dalam proses analisis tersebut.

Mike Famulare, ilmuwan peneliti utama di Institut Pemodelan Penyakit di Bellevue, Negara Bagian Washington, turut ambil bagian dalam proses analisis itu. Dia menjelaskan bahwa jika virus itu telah menyebar tanpa terdeteksi di Washington sejak pertengahan Januari lalu, kemungkinan sekitar 150 hingga 1.500 orang terinfeksi, dengan kisaran yang lebih pasti antara 300 hingga 500 orang.

"Angka itu merupakan estimasi paling mendekati, dengan ketidakpastian yang besar," tambahnya.

"Mereka entah telah terinfeksi dan sembuh atau tengah terjangkit virus itu," kata Famulare sebagaimana dikutip.

loading...