1 Lagi Gerai Giant Bakal Tutup, Ada Diskon Besar-besaran

Selasa, 09 Juli 2019 – 11:14 WIB
Giant Supermarket. Foto Instagram

jpnn.com, SURABAYA - PT Hero Supermarket Tbk akan menutup Giant Ekstra yang berlokasi di Maspion Square, Surabaya, Agustus 2019 mendatang.

Sebelumnya, Hero sudah menutup enam gerai Giant di wilayah Jabodetabek. Saat ini Giant Ekstra di Maspion Square sudah memasang sarana promosi di berbagai sudut toko untuk menghabiskan stok.

BACA JUGA: Aprindo Beber Kunci Utama Agar Industri Ritel Tetap Bertahan

Besaran diskon setiap kategori barang berbeda-beda. Angkanya mulai lima hingga 30 persen. Program diskon tersebut berlangsung sejak minggu lalu.

BACA JUGA: 6 Gerai Giant Tutup, Industri Ritel Terpukul Penurunan Daya Beli

BACA JUGA: Persaingan Industri Ritel Kian Ketat, Laba Semakin Kecil

’’Diskonnya berlaku untuk semua,’’ kata salah seorang pegawai, Senin (8/6).

General Manager Maspion Square Ariffin Dwi Ari mengaku telah menerima surat pemberitahuan dari Giant terkait dengan penghentian operasional.

BACA JUGA: 6 Gerai Giant Tutup, Industri Ritel Terpukul Penurunan Daya Beli

Dia menambahkan, surat itu telah disampaikan kepada manajemen mal pada 2 Juli.

’’Bahwa mereka akan menghentikan kegiatan operasional pada 25 Agustus 2019,’’ ujarnya.

Giant menjadi anchor tenant di Maspion Square sejak awal berdirinya pusat perbelanjaan tersebut pada 2002.

Luas area yang ditempati mencapai sepertiga dari total luasan mal 30 ribu meter persegi.

Sebagai anchor tenant, traffic Maspion Square didominasi mereka yang ingin berbelanja ke Giant.

Namun, sejak lima tahun terakhir, pengelola mal merasakan adanya penurunan.

’’Kami mengadakan program Maspion Vaganza yang tahun ini menginjak tahun kesepuluh. Jadi, pembeli yang ingin berpartisipasi harus menukarkan struk belanja. Dari situ terlihat,’’ ungkap Ariffin.

Karena itu, ketika Giant menyampaikan pemberitahuan bakal menutup gerainya, dia tidak terkejut.

Pihaknya memaklumi keputusan Giant tersebut karena kondisi market sekarang berbeda dengan sepuluh tahun lalu.

Di tengah market yang seperti sekarang, pengelola mal sering berkomunikasi. Misalnya, meminta perubahan penataan toko.

Meski kunjungan ke Giant menurun, tingkat kunjungan ke Maspion Square cenderung stabil.

Salah satunya ditopang keberadaan 100 tenant produk IT yang merupakan limpahan dari Hi-Tech Mall.

Selain IT, terdapat tenant food and beverage dan lain-lain. Total, ada 200 tenant. Setiap hari jumlah sepeda motor yang masuk mencapai 1.500–2.000 unit kendaraan dan 1.000–1.200 unit roda empat.

’’Saat ini okupansi kami 90 persen. Ketika Giant resmi tutup, okupansi kami turun jadi sekitar 70 persen,’’ jelasnya.

Menurut dia, dengan surat pemberitahuan tersebut, dirinya memiliki kepastian untuk menawarkan area yang dipakai Giant pada tenant baru.

’’Sudah ada tiga brand yang berminat untuk bisnis sejenis. Meski bisnis sejenis, luasannya tidak sebesar Giant, sekitar 1.500–2.000 meter persegi. Selain itu, ada cinema yang berminat masuk,’’ papar Ariffin.

Direktur PT Hero Supermarket Tbk Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, pihaknya selama 2018 telah melakukan tinjauan strategis.

’’Hasilnya, kami melihat perlu adanya perubahan yang mendesak pada bisnis makanan,’’ ungkapnya.

Menyadari tantangan tersebut dan kebutuhan mendesak untuk merespons perubahan permintaan pelanggan, pihaknya akan melakukan penyesuaian.

’’Untuk tetap kompetitif dan memenuhi perubahan pola belanja pelanggan,’’ lanjutnya.

Selain memperkuat bisnis makanan, pihaknya terus mengembangkan segmen lain yang berkinerja dan memiliki potensi pertumbuhan baik. Yaitu, Guardian Health & Beauty serta IKEA.

’’Kami tetap berkomitmen kuat untuk menjalankan bisnis kami di Indonesia,’’ tutur Hadrianus. (res/car/c14/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkicau soal Giant, Carrefour dan KS, Rizal Ramli Malah Disebut Pantas Dipecat jadi Menteri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler