10.000 Sukarelawan Covid-19 Dapat Pelatihan, Termasuk 1.000 di Makassar

Jumat, 20 November 2020 – 18:01 WIB
Pelaksanaan pelatihan sukarelawan COVID-19 oleh BNPB di Makassar, Sulawesi Jumat (20/11) dan akan berlangsung hingga 25 Nopember 2020. Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

jpnn.com, MAKASSAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melatih sekitar sepuluh ribu sukarelawan COVID-19 di tujuh kota se Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan yang saat ini sedang melatih 1.000 sukarelawan COVID-19 di Makassar, Jumat (20/11).

"Sebanyak 1.000 sukarelawan ini akan menjadi bagian dari 10.000 relawan baru di tujuh kota dan merupakan tambahan dari 32.000 relawan yang sudah terdaftar di Satgas COVID-19 nasional," kata Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan saat menghadiri pembukaan pelatihan relawan COVID-19 Sulsel di Makassar.

BACA JUGA: Libur Panjang Sebabkan Angka Covid-19 Tinggi? Begini Respons Satgas

Pelatihan akan digelar sejak 20-25 November atau selama lima hari, yang akan diikuti oleh sukarelawan asal Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros dan Sinjai dengan masing-masing peserta 200 orang setiap harinya.

Sukarelawan COVID-19 ini merupakan agen perilaku yang akan membantu sosialisasi dan edukasi terkait disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Yakin Vaksin Aman dan Halal

BACA JUGA: Satgas Covid-19: Siapa pun Itu Harus Menaati Protokol Kesehatan

"Mereka akan mengedukasi tetangga kanan kirinya, keluarga dan kerabatnya terkait protokol kesehatan," kata Lilik.

Dia menjelaskan bahwa pandemi ini telah ditetapkan oleh WHO sebagai bencana nonalam, sementara Indonesia menetapkan penyebaran COVID-19 menjadi bencana nasional termasuk di Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, kata dia harus ada satu komando yang kuat, seperti BNPB dan Satgas yang datang ke Sulsel untuk mendukung segala upaya pemerintah dalam memberantas COVID-19 melalui para sukarelawan.

Berbeda dengan bencana nonalam, kata dia, terdapat perbedaan dasar mengenai upaya perbaikan, sebab pada pelayanan yang diberikan untuk bencana COVID-19 ini, semua bisa terdampak termasuk relawannya sendiri.

"Kami berharap dari 1.000 ini, akan bertambah 2.000, 3.000 hingga 4.000 sukarelawan karena ini yang akan menyebarkan edukasi ke masyarakat sekitar mulai dari manfaat penggunaan masker," ujarnya.

Dia mengajak seluruh sukarelawan agar betul-betul membuktikan rasa bela negara dengan menyampaikan informasi mengenai COVID-19 dan kejadian sekitar melalui aplikasi Inaris.

"Bela negara itu harus dibuktikan bersama. Kami pernah melakukan perang bukan hanya TNI-Polri saja, tetapi kami semua memerangi COVID-19," ujar Lilik Kurniawan. (ant/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler