110 Komandan KRI Gelar Pertemuan, Tujuannya?

Senin, 25 Juli 2016 – 16:24 WIB
Tampak para Komandan Kapal Rerang Republik Indonesia (KRI) menggelar pertemuan di Gedung Candrasa Koarmatim, Ujung Surabaya, Senin (25/7/2016). FOTO: Dispen Koarmatim

jpnn.com - SURABAYA - Asisten Operasi (Asops) Pangarmatim Kolonel Laut (P) Arsyad Abdullah mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto memimpin Forum Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Forum Komandan KRI ini rutin digelar. Kali ini dilaksanakan di Gedung Candrasa Koarmatim, Ujung Surabaya, Senin (25/7/2016).

BACA JUGA: Menunda Eksekusi Fredi Berarti Makin Banyak Anak Bangsa Mati

Forum ini diikuti oleh 110 Perwira Korps Pelaut. Tujuannya untuk memberikan penyegaran kepada para Komandan Satuan (Dansat) dan Komandan Unsur di lingkungan Koarmatim.

Menurut Arsyad, forum ini merupakan salah satu bagian dari pembinaan personel. Harapannya, kata dia, agar para anggota dibawah satuannya dapat menjalankan kedinasan sehari-hari dengan baik dan tidak menyimpang dari peraturan yang berlaku.

BACA JUGA: Penelusuran Aset Rohadi Berlanjut

Selain itu, dalam forum ini Asops Pangarmatim menyampaikan bagaimana meminimalisasi terjadinya kecelakaan di laut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerja sama yang baik.

Selanjutnya, Kolonel Laut (P) Diyan Primana yang menjabat sebagai Kasubdis Peta Dishidros TNI AL menyampaikan paparan pertama tentang tugas dan fungsi Dishidros TNI AL dan sosialisasi penggunaan Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dan Peta Laut.

BACA JUGA: Anak Buah Wiranto: Kader Dihilangkan Di Kabinet, Monggo

Dalam paparannya juga disampaikan tentang survey oseanografi di seluruh perairan Indonesia, menjamin keselamatan pelayaran dan menentukan garis pangkal, batas wilayah di Laut  Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), serta landas kontinen.

Selanjutnya, paparan kedua disampaikan oleh Mayor Laut (P) Anom Puji Hascaryo sebagai Komandan KRI Spica. Ia  memberikan pengenalan tentang kapal milik Dishidros TNI AL yaitu KRI Spica.

Menurutnya, KRI Spica mempunyai fungsi sebagai kapal survei. Selain itu dapat digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AL dalam operasi militer selain perang.

“Khususnya SAR (Search and Rescue) laut, bila terjadi kecelakaan di laut dan membutuhkan pendeteksian obyek-obyek tertentu di laut kedalaman,” katanya seperti dilansir dalam siaran pers Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politikus Hanura Minta Jokowi Berikan Kepastian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler