12 Pasangan Kumpul Kebo Digrebek di Kos Kawasan Undip

Minggu, 06 April 2014 – 07:34 WIB

jpnn.com - SEMARANG – Polisi di Semarang menggerebek sedikitnya 12 pasangan kumpul kebo dari sejumlah tempat kos di kawasan kampus Undip Tembalang Semarang. Dari belasan pasangan yang digerebek itu, satu pasang adalah siswa-siswi SMA. Duh!

Operasi itu digelar aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tembalang, Sabtu (5/4) dini hari. Sasarnya adalah tempat-tempat kos yang disinyalir sering digunakan sebagai tempat mesum oleh penghuninya.

BACA JUGA: Jokowi: Masalah di Papua Harus Diselesaikan dengan Hati

Benar juga. Hasilnya, dari penyisiran di tiga tempat kos yang berbeda di kawasan Tembalang, polisi mengamankan 12 pasangan pria-wanita dalam satu kamar. Ironisnya, 12  pasangan itu terdapat seorang remaja yang masih duduk di kelas X SMA swasta di Semarang. Ke-12  pasangan itu pun dibawa ke Mapolsek Tembalang lantaran tidak mempunyai surat nikah.

“Kami gelar operasi pekat dengan sasaran tempat kos. Tadi ada tiga tempat kos, yakni di daerah Bulusan, Sambiroto, dan Kedungmundu. Kami amankan 12 pasangan. Satu di antaranya masih SMA,” kata Kapolsek Tembalang, Kompol Wahyu Broto Narsono Adhi, usai melakukan operasi.

BACA JUGA: Hari Ini Perbatasan RI-PNG Ditutup

Dalam operasi yang digelar dua tahap, yakni Jumat (4/4) sekitar pukul 20.00, dan Sabtu (5/4) pukul 03.00 – 04.00, Polsek Tembalang mengerahkan 20 personil yang dipimpin langsung oleh Kapolsek. Operasi digelar oleh Polsek Tembalang setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar yang mulai resah dengan aktivitas di beberapa tempat kos yang kebanyakan mahasiswa itu.

“Banyak laporan kalau sering dijadikan tempat kumpul kebo. Maka dari itu kami lakukan tindakan,” ungkap Kapolsek.

BACA JUGA: Gelar Tarian Perang sebelum Umbar Tembakan

Ke-12 pasangan itu akan diberikan pembinaan di Mapolsek Tembalang. Mereka diperbolehkan pulang setelah membuat pernyataan dan orang tuanya datang  ke Mapolsek. “Kami suruh buat surat pernyataan, tidak hanya mereka yang kami amankan, tapi juga orang tuanya,” tegasnya.

Sementara itu, seorang siswi SMA berinisial MA yang ikut tejaring razia mengaku saat itu ia libur sekolah. Dia hanya menumpang tidur di tempat kos teman laki-lakinya.

“Besok libur sekolah. Di sini saya juga cuma numpang tidur saja. Tidak melakukan apa-apa,” akunya kepada petugas yang mendatangi kamarnya.

Di kamar lainnya, sepasang muda-mudi sempat menolak saat hendak dibawa ke Mapolsek. Pasangan tersebut bersikukuh tidak mau dibawa ke Mapolsek dengan menunjukkan surat cerai dari pasangan masing-masing. Tapi oleh Kapolsek surat cerai tersebut ditolak mentah-mentah.

“Yang kami minta itu surat bukti nikah, bukan surat cerai dari suami atau istri yang dulu,” tegas Kapolsek kepada pasangan tersebut. (har/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rem Blong, Bus Terguling, 4 Siswa Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler