141 Kartu ATM Nasabah Bank Mandiri Terkena Skimming

Rabu, 21 Maret 2018 – 07:50 WIB
Satuan Raimas Sabhara Polrestabes Surabaya tingkatkan patroli di sejumlah mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Indrapura dan ATM Bank BRI di Jalan Rajawali, Selasa (20/3). Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pihak Bank Mandiri menyebut ada empat mesin ATM-nya yang terkena skimming, yakni dua unit di Surabaya dan dua unit di Jogjakarta.

Pelaku melakukan penarikan di Malaysia. Teridentifikasi 141 kartu nasabah yang terkena skimming dengan total nilai sekitar Rp 265 jutaan.

BACA JUGA: 2 Bank Terbukti Kena Skimming, Kok Belum Ada Sanksi?

"Yang Rp 260 jutaan itu Bank Mandiri saja. Tapi sampai detik ini pengungkapan kasus skimming masih terus berlangsung. Bukan hanya satu bank tapi berbagai bank," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Purnomo ketika dikonfirmasi, Selasa (20/3).

Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafa membenarkan hal tersebut. Jaringan skimmer di Jogjakarta itu satu komplotan dengan yang sudah dirilis Polda Metro Jaya di Jakarta pada Sabtu (17/3). Mereka mengincar 13 bank di Indonesia.

BACA JUGA: Penjelasan Bank Mandiri soal Pemblokiran Rekening Sepihak

"Pengungkapan bermula dari satpam Bank Mandiri yang berani. Dia melihat ada perilaku yang mencurigakan di ATM, lalu mengejar orang yang berusaha memasang skimmer itu," katanya. Bank Mandiri telah mengganti semua uang nasabah yang dicuri.

Terpisah, Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan, pihaknya terus mengawasi upaya perbaikan yang dilakukan oleh bank.

BACA JUGA: Skimming ATM Sudah Masif, Banyak Lokasi Disasar

Berdasarkan laporan, sejumlah upaya itu sudah dilakukan oleh bank yang bersangkutan.

“Sudah patroli ke mana-mana, jadi setiap saat ATM-nya akan dilihat diperiksa lagi. Yang lain pemantaun secara tidak langsung dr CCTV, dari segela macam sudah dipantau,” ujarnya kepada Jawa Pos, di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin (20/3).

Saat disinggung soal perlu tidaknya bank meningkatkan investasi di sektor pengamanannya, dia enggan mengomentari lebih lanjut.

Namun saat ditanya apakah pengamanan bank sudah baik, dia juga tidak bisa memastikan. “Kami selalu kaji manajemen risikonya,” imbuhnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Deputi Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara enggan berkomentar terkait banyaknya kasus Skimming ATM yang merugikan banyak nasabah. “Saya tadi tidak rapat soal itu,” ujarnya berkali-kali.

Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, pihaknya sudah menaruh komitmen pada keamanan.

Namun memang belanja modal untuk IT dan keamanan Bank Mandiri tidak banyak berubah dari tahun lalu.

"Capex (capital expanditure) untuk IT USD 120 juta (Rp 1,65 triliun). Untuk security ya bagian dari itu, USD 15 juta sampai USD 20 juta (Rp 206 miliar sampai Rp 275 miliar)," ujarnya.

Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan laba bersih yang diraih Bank Mandiri. Tahun lalu bank pelat merah itu mencatat laba bersih yang tumbuh 49,5 persen menjadi Rp 20,6 triliun.

Rico menjelaskan, Bank Mandiri banyak terfokus untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi.

Untuk meningkatkan keamanan dan jaringan digital, Bank Mandiri akan membangun pusat data di Surabaya. (rin/far/jun)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspada! Ini Lokasi ATM Sasaran Empuk Pelaku Skimming


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler