168.691 Susu Disortir, Ternyata 152 Rusak

Rabu, 02 Desember 2015 – 08:58 WIB
Tampak warga masyarakat Sasi, mahasiswa dari sejumlah OKP, seperti PMKRI, GMNI dan Permabi juga terlibat di dalamnya penyortiran surat suara menjelang Pilkada 9 Desember di Kabupaten TTU, Provinsi NTT. FOTO: Timor Express/JPNN.com

jpnn.com - KEFAMENANU – Untuk memastikan kualitas dan keabsahan surat suara sebelum dipakai saat pencoblosan, KPU TTU, Selasa (1/12) kemarin mengadakan penyortiran dan pelipatan surat suara di Aula Bale Biinmaffo.

Proses ini melibatkan masyarakat Sasi, OMK (Orang Muda Katolik, red) Lingkungan Yohanes Paulus II dan pemuda Gereja Sion Sasi. Selain itu, mahasiswa dari sejumlah OKP, seperti PMKRI, GMNI dan Permabi juga terlibat di dalamnya.

BACA JUGA: Masa Tenang Paslon Bisa Bagi-bagi Uang

Saat disortir, ditemukan sejumlah surat suara (susu, red) yang dikategorikan cacat atau rusak. Surat suara tersebut selanjutnya dipisahkan. Dari 168.691 surat suara yang disortir, 152 surat suara diantaranya dikategorikan cacat.

Seluruh proses ini berjalan dengan lancar karena mendapat pengawalan ketat aparat Polres TTU dibantu anggota Brimob.

BACA JUGA: Semua Pasangan Calon Klaim Diterror...Lah Pelakunya Siapa?

Terpantau, peserta yang ambil dalam proses ini, satu per satu masuk ke dalam Bale Biinmaffo secara tertib. Tangan mereka kemudian diberi cap untuk mengantisipasi adanya orang-orang yang tidak berkepentingan ikut dalam proses tersebut. Mereka kemudian duduk secara berkelompok (enam kelompok).

Sebelum memulai penyortiran dan pelipatan surat suara, seluruh peserta mendengar sambutan dan arahan dari Komisioner KPU dan Kapolres TTU.

BACA JUGA: 21 Daerah Komitmen Cairkan Anggaran Pilkada Sebelum 5 Desember

Komisioner KPU TTU, John Tulasi mengatakan, pada setiap pelaksanaan pilkada di Kabupaten TTU, KPU TTU selalu melibatkan berbagai pihak untuk membantu dalam hal penyortiran dan melipat surat suara. Sebab, personel KPU TTU sangat terbatas, sehingga tidak dapat bekerja sendirian.

“Ini kepercayaan yang luar biasa dari kami. Untuk itu, momentum sederhana ini harus dipelajari dan dilalui dengan baik, agar tidak menimbulkan permasalahan. Kalau belium selesai hari ini, bisa diperpanjang sampai besok (hari ini, red),” ujar John Tulasi seperti dilansri Harian Timor Express (Grup JPNN.com).(fri/mg19/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Menteri Tjahjo Agar Tidak Masuk Neraka Jahanam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler