180 Pelajar Dari 7 Negara Ikut GYS 2019

Sabtu, 19 Januari 2019 – 00:37 WIB
Pembukaan Global Youth Summit 2019 di SMA Taruna Nusantara. Foto: GYS 2019

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 180 pelajar setingkat SMP dan SMA dari tujuh negara mengikuti Global Youth Summit (GYS) 2019 di SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

GYS 2019 dibuka oleh Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Kehutanan Nur Sumedi di Balairung SMA Taruna Nusantara, Kamis (17/1).

BACA JUGA: Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Youth Summit 2019

Acara ity bakal berlangsung hingga 20 Januari 2019. Kegiatan GYS 2019 diikuti pelajar dari Indonesia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Filipina, Oman, dan Australia.

Sumedi menuturkan acara ini sangat penting dan menarik karena melibatkan pelajar dari sejumlah negara.

BACA JUGA: Resmikan SMA TN Nala, Jokowi Bicara Bonus Demografi

"Anak-anak SMA bertemu, berinovasi untuk mitigasi sampah. Ada istlah klasik, sebenarnya lingkungan ini milik mereka itu. KitA hanya meminjam sehingga kita harus mewariskan kepada mereka tidak boleh lebih jelek dibanding sekarang," kata Sumedi.

GYS sendiri merupakan sebuah konferensi global bagi generasi muda untuk saling bertemu, membangun jaringan, berdiskusi dan berkompetisi di bawah bimbingan entrepreneur, peneliti dan penggiat lingkungan hidup.

BACA JUGA: Bunuh Teman, Siswa Taruna Nusantara Dihukum Penjara 9 Tahun

Kegiatan ini diprakarsai oleh Hemispheres Foundation Singapura, dan pertama kali diselenggarakan di Singapura pada tahun 2014.

Sejak saat itu, GYS telah diselenggarakan di berbagai negara, misalnya, Vietnam, Indonesia, dan Kamboja.

Acara itu telah diikuti oleh lebih dari 28.000 peserta dari 242 sekolah di 18 negara. Pada tahun 2019 ini Indonesia kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan GYS yang kesembilan.

''Alhamdulillah PRIME diberikan kepercayaan untuk menggelar sebuah event yang sangat bermanfaat bagi banyak anak muda ini. Untuk tahun ini ada dua tema besar yang kami angkat, yaitu biodiversity dan water resources management. Kedua tema tersebut dipilih karena dianggap paling bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat di Asia-Pasifik,'' jelas direktur project untuk gelaran GYS ke-9 di Indonesia Andry Prihartono.

Prime International Education Consultant (PRIME) sebagai pemegang lisensi penyelenggaraan di Indonesia bekerja sama dengan Tidar Heritage Foundation (THF) sebuah yayasan yang didirikan oleh para tokoh nasional yang lahir di seputaran area Magelang, kemudian memilih SMA Taruna Nusantara sebagai tempat penyelenggaraan acara.

Sekolah yang bernaung di bawah Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) ini telah lama dikenal masyarakat Indonesiasebagai sekolah pencetak generasi muda unggul, calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.

GYS berlangsung hingga 20 Januari 2019 mendatang, melibatkan trainer dan fasilitator penggiat lingkungan hidup dari Indonesia, Singapura dan Australia.

Para delegasi akan belajar memahami dan merumuskan masalah seputar lingkungan hidup yang terjadi di sekitar mereka, kemudian menyusun project sederhana tetapi memberikan efek perubahan yang nyata bagi kelestarian lingkungan sekitar.

Project ini kemudian dipresentasikan dan dikompetisikan dan pemenangnya akan mendapat hadiah uang tunai untuk mendanai project yang kemudian harus dipresentasikan perkembangannya pada acara GYS berikutnya.

Hal yag cukup membanggakan, Indonesia akan kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah di gelaran yang berlangsung tahun depan. Nantinya, gelaran GYS kesepuluh akan dilangsungkan di President University, Jababeka City Cikarang, Jawa Barat. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswa SMA Taruna Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler