2 Bulan Lagi, Ekonomi Diyakini Membaik

Senin, 01 Agustus 2016 – 07:19 WIB
BPS. Foto: Jawa Pos.Com

jpnn.com - SAMARINDA – Perekonomian di Kalimantan Timur memang sedang buruk. Tapi, Pemprov Kaltim meyakini angin segar segera datang. Ekonomi di provinsi ini pun akan terus membaik.

Sekprov Kaltim Rusmadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Tanah Etam belum ada perubahan dari beberapa waktu lalu. Yakni memang masih minus, sesuai dengan perhitungan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim.

BACA JUGA: INSA: Bukan Hanya Beri Tarif Murah, Tapi Beri Pelayanan Memuaskan

Hal tersebut diakibatkan besarnya peran sektor pertambangan batu bara. Sialnya, sektor itu mengalami kelesuan.

“Sehingga, begitu batu bara menurun, pertumbuhan ekonomi Kaltim juga ikut melambat. Ditambah lagi, perekonomian secara global saat ini sedang tidak stabil. Tentu hal-hal seperti itu yang akhirnya membuat perekonomian Kaltim minus,” papar mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim itu, kemarin (31/7).

BACA JUGA: Pembangkit ke-2 Program 35 Ribu Mw Berhasil Beroperasi di Lombok

Namun, Rusmadi menegaskan, sebenarnya perekonomian Kaltim masih memiliki optimisme. Ya, optimistis itu tentu saja karena pemerintah masih terus berupaya mengejar perbaikan-perbaikan berbagai sektor ekonomi di Kaltim.

Baik itu sektor perkebunan, pariwisata hingga jasa perdagangan. “Sekitar sebulan atau dua bulan lagi (Oktober), perbaikan itu akan terlihat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ekonom Ini Siap Lawan Sri Mulyani jika...

Merujuk data BPS Kaltim, pertumbuhan kinerja pertambangan dan penggalian sebenarnya sudah mulai turun sejak 2011. Dari tahun itu menuju tahun berikutnya, pertumbuhan pertambangan dan penggalian turun jadi delapan persen.

Hingga akhirnya, pada 2015 sinyal ekonomi lesu semakin tampak denyutnya.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2015 terkontraksi minus 0,85 persen (dengan minyak dan gas/migas). Ketika dihitung tanpa migas, ekonomi itu menjadi minus 0,92 persen.

Namun, kala dihitung dengan tanpa migas dan tanpa batu bara, ekonomi Kaltim justru tumbuh jadi 3,83 persen. Artinya, dapat diartikan, yang banyak memberi kontribusi pada perekonomian Kaltim adalah pertambangan batu bara. (mon/rom/k11/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indosat Ooredoo Gelar Kids & Teens Digital Fair 2016


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler