2 SMA di Medan Wajib Ikut UN Pengganti

Kemendiknas dan BNSP Temukan Bukti Kecurangan

Jumat, 26 Maret 2010 – 17:20 WIB
JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) bersama Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) memutuskan untuk membatalkan hasil pelaksanaan ujian nasional (UN) pada dua sekolah di Medan, Sumatera Utara, yakni SMAN 2 Medan dan SMA IndrapuraSelanjutnya, akan disiapkan ujian pengganti untuk siswa-siswa di kedua sekolah tersebut

BACA JUGA: Soal UN Belum Dibuka Tapi Bisa Jawab



Anggota BSNP, Djaali, mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil lantaran Kemendiknas dan BNSP menemukan adanya pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan UN di kedua sekolah itu
“Tindakan ini terpaksa kami lakukan terhadap sekolah-sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran dan tidak jujur dalam pelaksanaan UN,” ungkap Djaali yang didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas, Mansyur Ramli dalam konferensi pers di Gedung Kemendiknas, Jakarta, Jumat (26/3).

Menurutnya, keputusan yang dilakukan tersebut karena pihaknya sudah menemukan bukti yang tidak bisa terbantahkan

BACA JUGA: Jika Terbukti Bersalah, Siap Ditendang

“Setelah kami melakukan analisis terhadap hasil scanning lembar jawaban computer (LJK) para siswa di sekolah tersebut, dari 50 soal yang diujikan ternyata ditemukan ada  sembilan jawaban salah dan letak kesalahannya sama semua
Bayangkan saja, satu sekolah salahnya sama semua

BACA JUGA: Penerapan Aturan Percetakan Tak Boleh Kaku

Ini sudah jelas sekali ada yang tidak beres,” paparnya.

Disebutkannya, jumlah siswa SMAN 2 Medan yang akan mengikuti UN pengganti ini sebanyak, IPS sekitar 78 siswa dan IPA sebanyak 362 siswaSedangkan banyaknya siswa  SMA Indrapura Medan, yang akan mengikuti UN pengganti , yakni untuk IPS sebanyak 77 siswa dan IPA sebanyal 40 siswa.

Djaali menjelaskan, proses pengulangan UN ini bisa disebut sebagai UN pengganti“Ini adalah UN pengganti, yang artinya bukan UN ulangan ataupun UN susulanKenapa disebut pengganti? Karena sekolah ini kami nyatakan tidak jujur,” tegasnya.

Lebih lanjut Djaali mengatakan, pelaksanaan UN pengganti ini akan dilakukan pada tanggal 5 April 2010 mendatangUntuk SMA program IPS, mata pelajaran yang akan diujikan kembali hanya Bahasa Indonesia dan SosiologiSedangkan untuk program IPA, mata pelajaran yang diujikan kembali adalah Bahasa Indonesia dan Biologi.

Dengan adanya tindakan seperti ini, Kemendiknas bersama BSNP kembali mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan jika akan ada sekolah-sekolah lainnya yang akan menerima nasib yang sama dengan kedua sekolah di Medan tersebut, “Kami masih terus melakukan investigasi di beberapa daerahMaka, tidak menutup kemungkinan hal ini akan menimpa sekolah-sekolah lainnya,” serunya.

Hingga saat ini saja, Kemendiknas sudah menangkap beberapa saksi yang terlibat di dalam kasus kecurangan UN di kedua sekolah tersebut“Pelakunya sudah ada yang tertangkap, tetapi bukan pelaku utamaMaka itu, proses pemeriksaan masih terus berjalanSetidaknya, kami sudah ada 4 orang nara sumber atau saksi,” tambah Mansyur. (cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Laporan Kebocoran Banjiri Posko UN


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler