2011, Target Pembangunan PLTU 2X300 MW di Riau

Rabu, 21 April 2010 – 17:47 WIB
JAKARTA - PT PLN (Persero) menargetkan pada tahun 2011 mendatang, proses pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berkapasitas 2x300 megawatt di Mulut Tambang Riau sudah bisa dimulaiHal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Pusat, Nasri Sebayang, kepada JPNN di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan PLN di Gedung DPR/MPR, Rabu (21/4).

"Setelah dilakukan tender pada awal April 2010 kemarin untuk pembangkit (PLTU) 2x300 MW Mulut Tambang Riau, ditargetkan paling lambat pada pertengahan tahun 2011 mendatang proses pembangunannya sudah bisa dimulai, setelah dilakukan penandatanganan kontrak dengan perusahaan pemenang tender

BACA JUGA: Kaltim Segera Punya Rel Kereta Api

Diperkirakan, pada tahun 2016 sudah bisa beroperasi, karena proyek ini memerlukan waktu minimal 40 bulan," katanya.

Disebutkan Nasri, sampai saat ini setidaknya sudah lebih dari lima perusahaan yang menyatakan tertarik untuk berinvestasi pada pembangkit yang cukup besar tersebut
"Kalau tidak salah, sudah lebih dari lima perusahaan yang tertarik pada proyek tersebut

BACA JUGA: Kepala Lapas Kajhu Dicopot

Namun saya tidak ingat perusahaan mana saja yang menyatakan tertarik," ucapnya.

Ketika disinggung mengenai lokasi untuk pembangunan PLTU itu, Nasri menyebutkan memang saat ini rencananya adalah di daerah Cerenti, Kabupaten Indragiri Hulu
Namun menurutnya, lokasinya itu belum final, serta bisa saja dipindahkan ke daerah lain.

"Masalah lokasinya belum final

BACA JUGA: 11 Sungai di Kalteng Rusak Parah

Di daerah Kabupaten Inhu tersebut baru sebatas rencana dari pihak PLN, karena nanti kita akan melihat perusahaan yang memenangkan proyek tersebutKalau nanti mereka memintanya di lokasi lain, walaupun jauh dari Mulut Tambang, tentu akan menjadi bahan pertimbangan," terangnya(yud/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eurico Guterres dkk Galang Dukungan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler