2012, Guru Bersertifikasi Dievaluasi

Jumat, 23 September 2011 – 20:32 WIB

JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan mulai melakukan evaluasi terhadap guru-guru bersertifikat pada tahun 2012 mendatang.  Tujuannya untuk mengetahui hasil kinerja guru dan juga tingkat kompetensi guru pasca sertifikasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) , Syawal Gultom mengatakan, proses evaluasi tersebut direncanakan akan menggunakan dua jenis sistem, yakni secara online dan offline

"Untuk sistem offline,  penilaian dilakukan di tingkat sekolah oleh Kepala Sekolah dan guru senior atau berprestasi," ungkap Syawal ketika ditemui di ruangannya di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Jumat (23/9).

Dalam penilaian atau evaluasi dengan sistem offline tersebut, setiap guru akan  diminta menjawab soal yang ada di dalam modul

BACA JUGA: Teknik Cegah Kecurangan UN 2012 Mulai Dibahas

Jawaban tersebut langsung dimasukkan dalam program Nomor Unit Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
"Tidak hanya guru, kebijakan serupa juga belaku untuk kepala sekolah," ujarnya.

Syawal menyebutkan, berdasarkan data Kemdiknas saat ini jumlah guru hingga November 2010 mencapai 2.791.204 orang

BACA JUGA: Guru Aktif, Siswa Pasif

Sementara guru yang sudah tersertifikasi hanya 746.700 orang
Rinciannya, 623.056 guru S1/S2/S3, belum S1 usia di atas 50 tahun dan masa kerja di atas 20 tahun 840 orang, dan guru belum S1 golongan IVa 113.804 orang.

Proses evaluasi kinerja guru bersertifikat ini juga ingin mengetahui kondisi kebutuhan guru

BACA JUGA: Kemdiknas Canangkan Program Sekolah Sehat

Bahkan, pemerintah juga ingin mengetahui bagaimana kinerja guru bersertifikat yang selama ini mendapatkan  tunjangan profesi cukup besar

"Karena penilaian atau dugaan saat ini dikatakan bahwa sertifikasi belum  bisa meningkatkan kualitas guruBelum ada perubahan signifikan dari guru setelah tersertifikasi," papar Syawal.

Oleh karena itu, dengan penggunaan dua sistem evaluasi ini diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan masyarakat dan berbagai pihakBahkan, dengan sistem penilaian baru, juga akan diketahui apa saja  indikator guru yang lemahIa pun meyebutkan,  ada 4 kriteria yang dievaluasiAntara lain,  kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional.

"Kami sangat yakin, evaluasi dengan sistem ini dapat mengurangi kecurangan dalam proses penilaian yang dilakukan oleh  oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi peserta sertifikasi," imbuhnya(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pendidikan Belum Ciptakan Lulusan Siap Kerja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler