2014, Seluruh Desa Ditargetkan Berdering

Rabu, 23 Maret 2011 – 22:52 WIB

JAKARTA — Pemerintah menargetkan tahun 2014 mendatang, seluruh desa di Indonesia telah terjangkau oleh telekomunikasi dan akses internetBadan Perencanaan Nasional (Bappenas) menargetkan tahun 2014, rasio elektrifikasi telah mencapai 80 persen dan tingkat penetrasi broadband bisa mencapai 30 persen dari hanya 1 persen di tahun 2010.

‘’Tahun 2010, desa berdering ada 26.308 desa atau 78,2 persen, tahun 2011 kita targetkan 33.187 desa dan tahun 2011 target desa berdering 100 persen atau sekitar 33.259 desa di seluruh Indonesia,’’ ungkap Direktur Transportasi Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Bambang Prihantono, Rabu (23/3) di kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Tahun 2009, pengguna internet di Indonesia baru tercatat sebesar 13 persen terhadap populasi penduduk sekitar 241 juta

BACA JUGA: Pemerintah Putuskan Gugat Obligor BLBI

Tahun 2014, pemerintah targetkan 50 persen penduduk Indonesia bisa mengakses internet
Tahun 2010, desa yang terjangkau internet hanya 2 persen, diharapkan tahun 2014 akses internet sudah bisa masuk hingga ke pelosok Indonesia.

Pemerintah juga menargetkan percepatan realisasi listrik murah hingga tahun 2014 mencapai 80 persen

BACA JUGA: Protes Hakim, Pengacara Baasyir Bakal Dipidanakan

Rasio desa berlistrik mencapai 98,8 persen dan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik menjadi Rp 998/Kwh pada tahun 2014.

Untuk mencapai sasaran tersebut, beberapa program pun sudah disiapkan pemerintah
Diantaranya target pemasangan listrik 2,4 juta pelanggan per tahun, pengadaan lampu super ekstra hemat energi, perluasan pembangkit listrik tenaga surya, percepatan elektrifikasi desa, diversifikasi energi pembangkit BBM ke nonBBM dan fokus pada daerah dengan rasio elektrifikasi kurang dari 60 persen.

"Ada 12 Provinsi yang masih kurang dari 60 persen

BACA JUGA: Laporan Pengelolaan Borobudur Kantongi PATA Award

Rumah tangga yang sudah berlistrik ada 19 juta dengan 450 VASedangkan yang belum berlistrik, ditargetkan tiap tahun bisa terpasang 2,4 juta rumah tangga dengan paket hemat 220 VA,’’ jelas Bambang.

Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah pun tengah mempersiapkan kebijakan-kebijakan baru dari sisi pasokan energi listrikDiantaranya melalui pengurangan BBM dengan mengkonversi ke sumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH)‘’Untuk pembiayaan semua target tersebut, diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun per tahunDari tahun 2012 sampai tahun 2015,’’ kata Bambang.

Pemerintah pun telah menyiapkan proyek Palapa Ring (PR), yang bertujuan memperkuat konektifitas nasionalDilakukan dengan cara membangun jaringan backbone serat optik beserta jaringan yang menghubungkan Ibukota Kabupaten/Kota ke seluruh desa‘’Sasaran kita, tahun 2014  sekurang-kurangnya 88 persen kabupaten/kota dilayani jaringan broadbandUntuk ini diperkirakan butuh investasi USD676 jutaSumber pembiayaan ditargetkan dari PT Telkom dan sebagian lainnya melalui investasi atau subsidi pemerintah,’’ kata Bambang.

Kebutuhan investasi PR untuk link Kupang dan link Manado-Sorong-Ambon-Makasar mencapai USD186 jutaUntuk link Sorong-Jayapura dan Sorong-Merauke dibutuhkan investasi USD145 jutaSedangkan untuk link ke Ibukota kabupaten wilayah barat Indonesia dibutuhkan investasi USD120 juta dan kebutuhan investasi ke ibukota kabupetan wilayah timur Indonesia mencapai USD225 juta(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... CPNS Bermasalah Tak Bakalan Kantongi NIP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler