2070, Manusia Terancam Minum Air Laut

Senin, 24 Maret 2014 – 08:40 WIB

jpnn.com - BANDUNG – Pada tahun 2070 nanti, manusia terancam harus minum air laut. Hal ini akan terjadi jika masyarakat tidak bijak menggunakan air mulai sekarang.

Imbauan tersebut ditegaskan dalam kampanye Hari Air Sedunia oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Itenas di CFD Dago, Bandung, kemarin (23/3).

BACA JUGA: Gunung Slamet Meletup

"Kita di sini mencoba untuk mengampanyekan kepada masyarakat umum untuk bisa menghemat air dan jangan boros air. Karena bila kita tidak peduli dengan hal itu, maka kita semua terancam di 2070 akan mengkonsumsi air laut. Maka dari itu kami di sini peduli kepada masyarakat untuk tetap menghemat air," ucap Rafi Khaistan Isyala (18) selaku perwakilan dari mahasiswa Teknik Lingkungan Itenas.

Menurut Rafi, ada beberapa cara mudah untuk menghemat air dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tidak membiarkan keran air terbuka terus menerus pada saat gosok gigi atau cuci muka.

BACA JUGA: TKW Diduga Dibunuh di Qatar

“Keran wastafel jangan dibebaskan mengalir maka dengan membiarkan air berhamburan keluar, satu menit kran air mengalir maka sembilan liter air bisa mubazir,” imbuhnya.

Ia menilai sejauh ini penggunaan air yang digunakan oleh masyarakat terbilang cukup boros. Banyak masyarakat yang belum sadar bahwa bila mereka boros menggunakan air maka lambat laun akan mengalami krisis air yang dapat mengancam kehidupan orang banyak.

BACA JUGA: Pengumuman Data Honorer K2 Bodong Tunggu Pansus

"Salah satu contohnya misalnya bila kita mencuci mobil atau motor alangkah lebih baiknya menggunakan ember dan lap, karena bila mengguyur mobil menggunakan air maka akan beratus-ratus air terbuang percuma, kan itu sangat disayangkan sekali," ucapnya.

Dengan sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat luas, Rafi dan beberapa rekan mahasiswa Itenas lainnya berharap agar masyarakat menyadari bahwa bila menggunakan air dengan boros akan mengalami krisis air yang akan merugikan masyarakat itu sendiri. Tambah dia, meski aksinya hanya dilakukan dalam satu hari semoga efek positifnya akan terasa.

Windi (22) salah satu pengunjung CFD Dago mengatakan, sosialisasi semacam ini sangat penting.  Sebab kebanyakan dari masyarakat belum memiliki kesadaran untuk menghemat air.

"Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa Itenas itu bagus, itu kan sama dengan mengingatkan kita untuk tetap bisa menghemat air, jadi saya rasa apa yang disampaikan mereka sangat bermanfaat," imbuhnya. (oka)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada 400 Ribu KTP Ganda di Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler