27 Mei Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Umat Diminta Cek Arah Kiblat, Begini Caranya

Selasa, 24 Mei 2022 – 22:59 WIB
Kementerian Agama menyarankan umat Islam mengecek kembali arah kiblat pada 27 dan 28 Mei 2022. Foto: Yasser Bakhsh/REUTERS

jpnn.com, JAKARTA - Matahari akan kembali melintas tepat di atas Ka’bah pada 27 dan 28 Mei.

Kementerian Agama (Kemenang) pun mengimbau umat memverifikasi arah kiblat

BACA JUGA: Kemenag Ingatkan 3 Hal ini Jelang Pemberangkatan Jemaah Haji

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib mengatakan ketika matahari melintas di atas Ka’bah, bayangan semua benda yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke arah kiblat.

“Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat," kata Adib, Selasa (24/5).

BACA JUGA: Komisi VIII DPR Dorong Moderasi Beragama Diimplementasikan di Tengah Masyarakat

Adib menyebutkan peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB.

Bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah.

BACA JUGA: Ribuan Kuota Haji Regulerr Tak Terpakai, Kabar Gembira Buat Orang-Orang Ini

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menjelaskan beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat.

Benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus.

Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.

"Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing,” ungkapnya.

Adapun cara penentuan arah kiblat saat matahari melintas di atas Ka’bah:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari.

2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul.

3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG.

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul.

5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.

6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul.

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenag: 127 Pemda Siap Mendukung Pelaksanaan PPG Guru PAI


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler