293 Perawat dan Pengasuh Dikirim ke Jepang

Sabtu, 28 November 2015 – 14:24 WIB
Perawat/ dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bidang perawat dan pengasuh setiap tahunnya semakin diminati Negara Jepang. Menurut para lansia dan pasien di Jepang, mereka puas dengan kinerja TKI.

Maka dari itu, sebanyak 293 orang  dipersiapkan kembali untuk diberdayakan ke Jepang. Namun, sebelum itu para peserta akan dibekali pendidikan bahasa oleh Japan Foundation yang nantinya belajar di Pusat Pelatihan Bahasa dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Tingkatkan Kinerja, Kemenhub Siap Keluarkan Rp572,54 miliar

Direktur Japan Foundation Indonesia, Tadashi Ogawa K mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama dengan BNP2TKI, yang telah terjalin secara baik untuk memenuhi permintaan Pemerintah Jepang yang membutuhkan  tenaga kerja dari Indonesia.

"Peserta pelatihan bahasa Jepang ini nantinya dipersiapkan sebagai Nurse dan Careworker,  dan akan ditempatkan dibeberapa Rumah Sakit dan Panti Jompo di Jepang," kata Tadashi, Jumat (27/11)

BACA JUGA: HEBOH! Beredar Video Putri Papa Novanto yang Baru Nikah Sedang Asyik Menghisap...

Sementara itu, Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro mengatakan, Indonesia termasuk salah satu tenaga pengasuh dan perawat yang dicari dan dipercaya oleh Jepang. Menurut data BNP2TKI, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Philipina. Dan Vietnam diurutan ketiga, pada tahun 2015.

"Pertama adalah Philipina sebanyak 293 orang, lalu Indonesia 278 orang, kemudian Vietnam 152 orang," jelasnya. Namun, ia optimis, kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lebih unggul dari pada Philipina.

BACA JUGA: Kuta dan Seminyak Kena Banjir Akibat Kerusakan Teluk Benoa

Agusdin mengatakan sejak tahun 2008, tenaga perawat dan pengasuh yang bekerja di Jepang mencapai 1.530 orang. Dan Pemerintah Jepang selalu menambah permintaannya.

"Ini merupakan tantangan kita bersama untuk memenuhi permintaan perawat dan pengasuh, karena itu perlu senergitas yang tinggi dari pihak-pihak yang terlibat untuk mensukseskanya," papar Agusdin.

Agusdin pun mengimbau kepada para peserta agar selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti pendidikan tersebut. "Belajar disiplin, ingat Jepang negara disiplin, jangan keluar masuk selama belajar. Harus giat," pungkasnya. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tambah Kewenangan Polri Jaga Laut, Perlu Revisi UU


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler