34 Napi Terorisme Ikrar Setia NKRI, Begini Kata Fauzan

Kamis, 11 November 2021 – 04:35 WIB
Sebanyak 34 narapidana terorisme menyampaikan ikrar setia kepada NKRI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (9/11). Foto: Ditjen PAS

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 34 narapidana (napi) terorisme menyampaikan ikrar setia kepada NKRI di di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (9/11).

Para narapidana itu berjanji setia berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945.

BACA JUGA: Pelajar SMK Mesum di Bangunan Kosong

Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur Damari mengatakan mereka juga sudah bersumpah melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Menurut Damari, para napi terorisme bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

BACA JUGA: Mantan Pacar Mendadak Datang ke Rumah Mbak S, Langsung Memeloroti Celana Dalam

“Ikrar Setia NKRI ini sebagai bentuk pembuktian pelaku individu dan kelompok untuk bersedia meninggalkan atau melepaskan diri mereka dari aksi dan kegiatan terorisme. Sekaligus menjadi pencerah kepada orang-orang di sekitarnya dan membantu pemerintah dalam menghambat proses penyebaran radikalisme di masyarakat,” ungkap Damari dalam siaran pers, Rabu (10/11).

Damari menjelaskan ikrar setia ini juga diawasi oleh BNPT, Densus 88, BIN dan kodim, hingga Kementerian Sosial.

BACA JUGA: Pembubaran Densus 88 Antieror, Eks Napi Terorisme: Pak Martinus Beri Tantangan pada Saya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo menerangkan narapidana terorisme telah kembali kepada NKRI dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan meningkatkan kesadaran Bela Negara.

Dia juga mendorong lapas mampu membuat para narapidana terorisme melaksanakan Upacara Ikrar Setia NKRI.

“Semoga ke depannya Lapas Narkotika Gunung Sindur tetap menjaga sinergitas dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum terkait seperti dengan Polres, Densus, BNPT, BIN, Kodim, dan stake holder lainnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama dalam membina napiter," kata Soejonggo.

Narapidana terorisme yang berikrar setia kepada NKRI Amad Fauzan mengaku beruntung mendapat pembinaan deradikalisasi di dalam lapas. Dia juga menyatakan langkah itu inisiatif dirinya.

Menurutnya, selama proses deradikalisasi, dirinya diperlakukan dengan baik dan tidak diskriminatif.

"Hal intu sangat menyentuh hati kami hingga proses deradikalisasi dapat diterima dengan baik," tuturnya.

Ke-34 narapidana terorisme Lapas Gunung Sindur yang berikrar setia NKRI, yakni Abdur Rochim bin Warno, Achmad Fauzan, Al Anshory Bin Hamsanin, Afan Nafa bin Khuzaini, Aldi Oktavery bin Frisman, Ali Muhammad Amin bin As’ad, Ali Ragusman bin Suyamto, Asep Zurochman bin Aweh, dan Budi Trikaryanto bin Panut Cipto Mulyono (Alm).

Cepi Kurniawan bin Jupri, Dedi Kusnadi bin Totok Darmojo (Alm), Dindin Arifien Se.I bin H Abar Sobari, Drs Muhammad Hambali bin Abdul Rohman (Alm), dan Fahmin bin Ahmad Meno Hamid.

Lalu, Hadi Masykur bin Djarwadi (Alm), Hasanudin bin As’adi, Hari Setiawan bBin Siswo Utomo, Imarudin, Ap Bin As’adi (Alm), Ismarwan bin M Yusuf (Alm), Jamaluddin Musthofa bin As’adi, Joan Puji Santosa bin Oesman (Alm), Juher bin Sarno, Juju Juharyadi bin Abdul Latif (Alm), MohTaufik bin Bulloh Abdulloh (Alm), dan Muh Jamaluddin bin Kromo Semito (Alm).

Kemudian, Mulyani bin Ahim, Rochis bin Sukairi, Syuhada bin Jenab, Wardi Alias Akhy Wardi, Wasim bin Jupri, Wawan Wicaksono bin Widaggi Setyo Wardono, Wedi Nopriadi bin H Muhtar Ismail (Alm), Yanto bin Jaka Daron, Yunus Trianto bin Salam, dan Iksan Onoly bin Buhary Onoly. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler