43 Pekerja asal NTT Ditipu

Selasa, 29 Desember 2015 – 07:13 WIB
Ilustrasi pekerja/ dok JPNN

jpnn.com - PALANGKA RAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum ) Polda Kalteng kini melakukan penyelidikan terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kasus ini melibatkan 43 pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tiba di Kalteng beberapa waktu lalu.

Pekerja itu sejatinya sudah bekerja di Kalimantan Utara (Kaltara) sejak tahun 2013. Tapi, ada agen atau orang yang menghubungi mereka, diminta untuk berangkat ke Kalteng. Tentu dijanjikan bekerja di perusahaan sawit dengan gaji yang menarik bagi mereka.

BACA JUGA: Mahasiswi Pingsan Usai Dihukum Cambuk, Begini Kata Wakil Wako

"Mereka ke sini melalui jalan darat. Setelah sampai di sini, ternyata orang yang menjanjikan tadi tidak bisa dihubungi," ujar Dirreskrimum Kombes Pol Purnama Barus melalui Kompol  Idham Mahdi.

Tim yang tergabung dalam satgas TTPO  sudah melakukan pendataan terhadap 43 orang pekerja tersebut. Kini mereka sudah sudah ditampung oleh perusahaan sawit PT TSAK yang berada di Parenggean, Kotim.

BACA JUGA: Pasangan Threesome Kena Razia

Koordinasi dengan  pihak manajemen perusahaan untuk menidaklanjuti dengan membuat perjanjian kerja sesuai dgn aturan Undang-Undang ketenagakerjaan dan para pekerja tersebut akan dilakukan pemantauan terus menerus dengan bekerja sama dengan Disnakertrans propinsi kalteng dan serikat buruh.

"Kita masih memburu pelaku- pelaku yang diduga melakukan TPPO. Kita juga mengawasi perusahaan yang memperkejakan buruh secara illegal," tutur ketua tim Satgas TPPO Ditreskrimum tersebut kepada Kalteng Pos (grup JPNN), kemarin. (ram/dkk/jpnn)

BACA JUGA: Mahasiswi Pingsan Usai Dihukum Cambuk, Pejabat Bilang Hanya Lemas

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dihukum Cambuk, Disoraki Penonton, Mahasiswi Pingsan di Panggung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler