431 Ribu Kuota Guru PPPK Kosong, Kemendikbud Dekati Pemda

Jumat, 05 Maret 2021 – 18:13 WIB
Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril. Foto humas Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Kuota satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK hingga saat ini belum terpenuhi.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, usulan kebutuhan formasi yang diajukan Pemda ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) baru 568.238.

BACA JUGA: Kuota PPPK Kemenag Terbatas, Guru Honorer PAI Minta Diangkat jadi PNS

Artinya masih ada selisih 431.762 formasi yang belum terisi.

Di sisi lain rekrutmen guru PPPK rencananya dimulai Mei mendatang.

BACA JUGA: Tak Punya SIM PKB, Honorer Kesulitan Mengakses Program Guru Belajar Calon ASN PPPK

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril, data usulan formasi masih terus dimutakhirkan oleh KemenPAN-RB.

Namun, jumlah ini adalah rekor penerimaan formasi guru PPPK terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

BACA JUGA: Berharap jadi PNS, Honorer Usia 35 Tahun ke Atas Ikut Seleksi Guru PPPK

Pemerintah membuka seleksi guru PPPK bagi honorer K2, honorer non-K2, dan lulusan program pendidikan profesi guru (PPG).

“Nantinya pemenuhan formasi sampai satu juta guru ASN PPPK akan dilanjutkan sampai seluruh kuota terpenuhi,” kata Iwan di Jakarta, Jumat (5/3).

Iwan menjelaskan, pencapaian tersebut diperoleh setelah KemenPAN-RB, Kemendikbud, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan sosialisasi ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Sosialisasi dilakukan Kemendikbud dalam berbagai bentuk, mulai dari lokakarya yang dibagi berdasarkan region sesuai dengan kedudukan wilayah Indonesia barat, tengah, dan timur kepada seluruh pemda yang teriri dari unsur dinas pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada Oktober hingga Desember 2020.

Selain itu, Kemendikbud juga terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah, baik dalam bentuk tatap muka, maupun daring selama Januari 2021 hingga Maret 2021.

Sosialisasi juga dilakukan melalui grup percakapan WhatsApp dengan kepala dinas seluruh Indonesia, komunitas guru, berbagai pemberitaan di media massa baik nasional maupun regional.

"Pemerintah juga menyiapkan kanal informasi berupa laman yang bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Iwan Syahril. (esy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler