44 Guru PPPK di Kabupaten Maybrat Resmi Bertugas, Pak Bupati Berpesan Begini

Senin, 15 Agustus 2022 – 22:55 WIB
Tenaga guru pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja atau PPPK saat persiapan menerima surat keputusan atau SK guna menjalankan tugas, Senin (15/8/2022) di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat. (FOTO ANTARA/HO- Humas Pemkab Maybrat)

jpnn.com, SORONG - Pemerintah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, telah merekrut 44 guru pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja atau PPPK.

Perekrutan guru PPPK itu dilakukan guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Maybrat. 

BACA JUGA: Honorer Non-K2 Minta Syarat Pendataan Dipermudah, Bisa Ikut Seleksi PPPK 

Bupati Maybrat, Papua Barat, Bernard Sagrim menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 44 guru PPPK tersebut pada, Senin (15/8).

Puluhan guru tersebut resmi melaksanakan tugas sebagai PPPK di Kabupaten Maybrat setelah menerima SK. 

BACA JUGA: Usulan Formasi PPPK 2022 Bikin Guru Lulus PG Semringah, SK di Depan Mata

Bernard Sagrim berpesan kepada PPPK yang baru menerima SK agar dapat melaksanakan tugas dengan baik guna memajukan pendidikan di Kabupaten Maybrat.

"Rajin bekerja, disiplin serta tetap berada di tempat tugas masing-masing untuk mendidik generasi muda harapan bangsa," katanya dalam penjelasan yang diterima di Sorong, Papua Barat. 

BACA JUGA: Pengangkatan PPPK 2022 Molor, Banyak Guru Lulus PG di Usia 57 Tahun Keburu Pensiun

Setelah menerima SK puluhan tenaga guru PPPK tersebut langsung mendapat pembekalan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat dan juga Balai Guru Penggerak Provinsi Papua Barat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Kornelius Kambu mengatakan bahwa pembekalan diberikan kepada tenaga guru PPPK agar mampu membawa pendidikan kedepan jauh lebih baik guna menciptakan generasi yang unggul, berkualitas dan berintelektual.

Dia yakin bahwa 44 tenaga guru PPPK yang direkrut untuk melayani masyarakat di wilayah Kabupaten Maybrat sudah berpengalaman dan profesional dalam tugas.

"Namun, pembekalan tetap dilakukan, sebab ilmu pengetahuan harus terus diperoleh dari yang lebih berpengalaman sehingga mutu pelayanan lebih baik," kata Kornelius Kambu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler