5 Berita Terpopuler: Nasib Honorer Terlunta-lunta, Guru Lulus PG Kirim Surat kepada Pemerintah, SE GTK Langsung Terbit

Senin, 03 Oktober 2022 – 06:11 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani. Foto: Tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Minggu (2/10) tentang nasib honorer terlunta-lunta, guru lulus PG kirim surat kepada Dirjen GTK, SE Terbaru Dirjen GTK terbit. Simak selengkapnya!

Jangan lupa ya, tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Guru Wajib Pantau 2 Kanal Ini, Hilal Sudah Kelihatan, Honorer yang Belum Didata Bagaimana?

1. SE Terbaru Dirjen GTK Kemendikbudristek soal PPPK, Guru Honorer Sebaiknya Tahu

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Info Terbaru Seleksi Guru PPPK 2022 Muncul, Honorer K2 Teknis Administrasi Bagaimana Nasibnya?

Dalam SE Nomor 6773/B/GT.01.01/2022 tertanggal 28 September yang ditandatangani Pelaksana Tugas Dirjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani, itu disebutkan latar belakang sehingga diterbitkannya surat edaran tersebut.

Menurut Nunuk, saat seleksi PPPK 2021, sebanyak 293.860 guru dinyatakan lulus.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Hasil Pendataan Non-ASN Segera Dikunci, Ternyata Ada Ketimpangan Formasi PPPK, Mekanisme Berubah

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

SE Terbaru Dirjen GTK Kemendikbudristek soal PPPK, Guru Honorer Sebaiknya Tahu

2. Banyak Honorer Belum Bisa Membuat Akun Pendataan Non-ASN, BKH PGRI Ungkap Penyebabnya

Badan Khusus Honorer Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (BKH PGRI) mendukung uji publik pendataan non-ASN.

Menurut Ketua BKH PGRI Riau Eko Wibowo, langkah Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar tidak ada lagi data siluman atau bodong sangat tepat.

"Sudah rahasia umum setiap kali pendataan honorer pasti ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan, apalagi saat ini ada momentum rekrutmen PPPK 2022 dan 2023," kata Ekowi, sapaan akrabnya, kepada JPNN.com, Minggu (2/10).

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Banyak Honorer Belum Bisa Membuat Akun Pendataan Non-ASN, BKH PGRI Ungkap Penyebabnya

3. Guru Lulus PG Kirim Surat Terbuka kepada Dirjen GTK Kemendikbudristek, Langsung Direspons

Pendiri Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Novi Kurnianingrum mengirimkan surat terbuka kepada Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Plt Dirjen GTK Kemendikbudristek) Nunuk Suryani.

Surat itu berisi mengenai kronologi status Novi yang diakun info GTK tidak tercantum data sekolah induk, kabupaten, dan provinsi.

"Saya mengirimkan surat kepada Bu Nunuk dan Pak Andika. Alhamdulillah direspons Pak Andika," kata Novi Kurnianingrum kepada JPNN.com, Minggu (2/10).

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Guru Lulus PG Kirim Surat Terbuka kepada Dirjen GTK Kemendikbudristek, Langsung Direspons

4. Seleksi PPPK 2022, Pemda Ini Hanya Merekrut Guru, Pimpinan Honorer K2 Bersuara

Seleksi PPPK 2022 di Kota Sungai Penuh hanya berfokus pada formasi guru.

Formasi tenaga kesehatan dan teknis administrasi belum dibuka tahun ini. Kondisi ini mengundang protes Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Provinsi Jambi Amaden.

Menurut dia, langkah Pemkot Sungai Penuh mengabaikan asas keadilan. Masih ada 138 honorer K2 di Kota Sungai Penuh yang belum diselesaikan.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Seleksi PPPK 2022, Pemda Ini Hanya Merekrut Guru, Pimpinan Honorer K2 Bersuara

5. Identifikasi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan, Mabes Polri Kirim Tim DVI

Hingga Minggu (2/10) pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dari 127 orang yang meninggal dunia itu, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) turun tangan.

Mabes Polri telah mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu Kepolisian Daerah (Polda) Jatim mengidentifikasi korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Saat ini Mabes Polri mengirimkan tim DVI ke Malang untuk berkoordinasi dengan tim DVI Polda Jawa Timur dan rumah sakit setempat untuk mempercepat identifikasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Jakarta, Minggu.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Identifikasi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan, Mabes Polri Kirim Tim DVI

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Kebutuhan ASN 2,4 Juta, Guru Lulus PG Bisa Tenang, Jangan Sampai Lewat


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler