5 Fakta Imigran Ganteng Pemuas Nafsu Para Wanita Tajir

Senin, 12 September 2016 – 17:27 WIB
Sarah, wanita pengguna jasa gigolo Timur Tengah di Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/JPG

jpnn.com - BATAM - Polresta Barelang akhirnya berhasil mengungkap muncikari imigran pemuas nafsu wanita-wanita tajir di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (10/9) malam. 

Dia dalah Bonny Syahrio. Ia ditangkap bersama Sarah, salah seorang perempuan kaya penikmat jasa gigolo bernama Jhansen.

BACA JUGA: Astaga! Ayah Ini Kok Tega Sekali Gituin Putranya

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan keduanya diciduk lantaran diduga terlibat dalam praktik prostitusi yang melibatkan imigran di bawah umur bernama Jhansen. 

Jhansen merupakan imigran asal Afganistan yang sedang mencari suaka di Batam. Selain Jhansen, ada juga sembilan imigran lainnya yang ditangkap karena terlibat dalam bisnis lendir bertarif wow itu. 

BACA JUGA: Polisi Bentuk Tim Khusus Pemburu Kawanan Gerandong Sadis

Berikut fakta-fakta menarik tentang gigolo di Batam.

1. Para tersangka ditangkap di apartemen

BACA JUGA: Tukang Sodomi Ketakutan Akan Dituntut Hukuman Kebiri

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan, para tersangka diamankan di salah satu apartemen kawasan Nagoya. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran terlibat praktik prostitusi yang melibatkan imigran di bawah umur.

2. Memanfaatkan imigran yang tampan

Kompol Memo menuturtkan bahwa Bonny sang muncikari sengaja memanfaatkan ketampanan fisik Jhansen untuk mengeruk uang. Salah satu caranya adalah meminta uang Rp 20 juta untuk pengurusan KTP.

Nah, karena Jhansen tak memiliki uang Rp 20 juta, Bonny pun meminta Jhansen untuk menjadi gigolo agar mendapatkan uang. Dari situ Bonny mulai memperkenalkan Jhansen kepada Sarah yang merupakan janda beranak satu.

3. Muncikari Rp 2 Juta, Gigolo Rp 1 juta

Menurut pengakuan Sarah, sang perempuan pengguna jasa gigolo, dirinya memberikan Rp 2 juta kepada Bonny setiap dirinya berkencan dengan Jhansen. Nah, sedangkan untuk Jhansen, Sarah selalu memberikan Rp 1 juta setiap selesai berhubungan intim.

4. Membiayai semua kebutuhan sang gigolo

Sarah mengaku selain memberikan Rp 1 juta setiap berhubungan, dirinya ternyata juga memenuhi kebutuhan hidup sang Jhansen.  Misalnya seperti biaya makan dan biaya hotel. “Semuanya saya yang bayar. Tapi sekali berhubungan saya berikan Rp 1 juta,” terang wanita 30 tahun ini.

5. Surat kepada Menkopolhukam

Tidak mau daerahnya menjadi lokasi sasaran tindakan melanggar hukum bagi pencari suaka, Walikota Batam M Rudi malah menyurati Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto.

Dalam surat itu, Rudi meminta Pemerintah pusat untuk menarik seluruh imigran tersebut ke Jakarta. “Sudah banyak daya dengar masalah yang timbul, akibat keberadaan imigran ini,” ungkap Rudi dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (11/9).

“Perbuatan mereka ini sudah banyak, saya khawatirnya akan menganggu iklim investasi di Batam,” imbuhnya.(opi/ska/iil/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami Mirna: Jika Tuhan Bersaksi, Pasti Ditolak Kubu Jessica


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler