5 Fakta Pengeroyokan di GOR Delta Sidoarjo Dipicu Cemburu, Bukan Kelompok Silat

Kamis, 28 Oktober 2021 – 14:50 WIB
Tiga pelaku pengeroyokan di kawasan GOR Delta Sidoarjo yang menyebabkan seorang pemuda tewas. Foto: Humas Polresta Sidoarjo

jpnn.com, SIDOARJO - Peristiwa pengeroyokan di kawasan GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (24/10), mengakibatkan seorang pemuda berinisial KA tewas.

Pria tersebut menghembuskan napas terakhir setelah dipukuli menggunakan benda-benda tumpul oleh enam pemuda lain yang tak dikenal.

BACA JUGA: Cemburu, Bripka MN Menenteng Senjata Serbu, Apa Isi Chatting Istrinya dengan Briptu Khairul?

"Korban sempat dirawat di rumah sakit, tetapi akhirnya nyawanya tidak tertolong. Untuk sementara tiga orang kami tangkap dan tiga lainnya masih buron," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Selasa (26/10).

Berikut sejumlah fakta terkait pengeroyokan yang bermotif kecemburuan tersebut.

BACA JUGA: Andai Bripka MN Bisa Kendalikan Rasa Cemburu, Tak Bakal Terancam Hukum Mati

1. Menongkrong di Warung Kopi Sambil Mabuk-mabukan

Sebelum kejadian pengeroyokan, KA janjian dengan dua temannya HP dan SV untuk bertemu di warung kopi di depan kolam renang GOR Delta Sidoarjo.

BACA JUGA: Reza Indragiri Mengamati Video Kapolres Nunukan Hajar Brigadir Sony, Ada yang Aneh

Mereka bertiga bersama-sama minum anggur merah. Di tengah kegiatan itu datang dua pelaku VL dan WPR yang ngopi di warung sebelahnya.

2. Korban Menggoda Pelayan Warkop

Di warung tempat pelaku berada, ada perempuan berinisial SF yang merupakan pacar VL.

KA dan HP tiba-tiba mendatangi SF meminta nomor ponselnya.

VL yang merasa cemburu mendatangi KA dan HP menanyakan kenapa menggoda pacarnya.

WPR selaku teman VL juga ikut mendekati kedua KA dan HP.  Namun, HP tidak menjawab dan pergi sambil mendorong WPR.

"WPR menganggil teman yang lain dan membawa sejumlah alat untuk memukul para korban," ujar Kusumo.

3. Detik-detik Pengeroyokan

WPR datang bersama empat kawannya memukul HP yang sedang duduk di atas motor. KA yang sedang membayar kopi juga dipukul oleh pelaku.

Korban dan pelaku sempat terlibat aksi kejar-kejaran. Namun, di depan kolam renang SV dan KA tak bisa menghindar karena diadang para pelaku.

Mereka akhirnya dikeroyok di depan kolam tersebut tanpa adanya perlawanan.

4. Korban Dipukul Menggunakan Kayu dan Gitar

Korban dipukul menggunakan kayu, bambu, dan gitar oleh enam pelaku WPR ABP, dan DM. Termasuk VL, P dan A yang berstatus DPO.

Kondisi parah menimpa KA karena dihajar dengan benda tumpul, tangan kosong, dan ditendang. Akibatnya, setelah sempat dirawat di rumah sakit korban tak tertolong.

"Korban meninggal waktu dirawat di rumah sakit," imbuhnya.

5. Pelaku Baru Tertangkap 3 Orang

Polisi yang menyelidiki kasus tersebut menangkap tiga orang yakni WPR, ABP, dan DM. Sedangkan tiga lainnya masih buron.

Kusumo menegaskan bahwa pelaku aksi pengeroyokan yang ditangkap bukanlah preman atau dari kelompok silat seperti yang beredar di masyarakat.

"Mereka ada yang pengamen dan bekerja sebagai buruh. Bukan dari kelompok silat karena kami tidak menemukan atribut seperti itu di TKP," tegas Kusumo. (mcr12/jpnn) 


Redaktur : Soetomo
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler