5 Khasiat Petai, Bantu Cegah Serangan Berbagai Penyakit Kronis Ini

Senin, 04 Maret 2024 – 07:01 WIB
Petai. Foto: BlackAkaliko/Shutterstock

jpnn.com, JAKARTA - BANYAK orang yang tidak suka mengonsumsi petai. Hal ini karena petai bisa mengakibatkan bau mulut yang tidak sedap.

Namun, sebenarnya banyak nutrisi dalam petai yang baik untuk tubuh.

BACA JUGA: 7 Bahaya Mengonsumsi Petai Berlebihan, Bikin Penyakit Ini Mengintai Anda

Bahkan karena hal ini juga petai sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat tradisional.

Pasalnya, kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram petai, yakni: air, energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, natrium, kalium.

BACA JUGA: 9 Khasiat Mangga Muda yang Tidak Terduga, Bikin Penyakit Ini Ogah Mendekat

Selain itu, petai juga mengandung mineral lainnya seperti karoten, vitamin B kompleks, vitamin C, dan niasin yang punya manfaat tak kalah penting untuk kesehatan tubuh.

Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Genpi.co.

BACA JUGA: 4 Khasiat Kulit Manggis, Bikin Deretan Penyakit Ini Tidak Berkutik

1. Mengendalikan Gula Darah

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University College of Medical Science di Malaysia menyebutkan petai ternyata memiliki potensi untuk mengontrol kadar gula darah.

Studi tersebut menunjukkan, ekstrak kloroform petai bisa menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada tikus-tikus yang mengalami penyakit diabetes.

Hal ini bisa terjadi karena adanya kandungan beta-sitosterol dan sitgmasterol yang bekerja bersama.

2. Efek Menenangkan

Petai ternyata bisa memberikan manfaat untuk suasana hati. Hal ini mungkin saja terjadi berkat adanya kandungan triptofan dalam petai.

Triptofan termasuk asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh agar bisa menjalankan fungsinya.

Karena tidak bisa diproduksi sendiri, Anda harus mendapatkannya dari sumber lain seperti makanan atau suplemen.

Zat ini biasanya digunakan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan gangguan psikologis seperti kecemasan, perubahan emosi yang drastis, dan insomnia.

Konsumsi makanan yang mengandung triptofan seperti petai bisa membantu memberikan efek menenangkan yang alami serta membantu meningkatkan kualitas tidurmu.

3. Sumber Antioksidan

Manfaat petai sebagai sumber antioksidan pernah dibuktikan pada penelitian yang dilakukan pada 2013.

Ditemukan bahwa kandungan dan aktivitas antioksidan yang terdapat pada petai cenderung lebih tinggi dibandingkan sayuran lainnya, terutama pada polong dan bijinya.

Petai mengandung flavonoid, sebuah senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan.

Antioksidan akan menangkal radikal bebas, hal itu yang membuat petai bisa membantu cegah penyakit diabetes, kanker, aterosklerosis, dan penyakit kronis lainnya.

4. Melawan Bakteri

Penelitian melihat seberapa baik khasiat petai dalam melawan infeksi bakteri.

Kesimpulan sementara dari penelitian yang sudah ada, ekstrak biji petai efektif melawan golongan bakteri jenis gram-negatif seperti Salmonella, Escherichia, dan Chlamydia.

Ekstrak biji petai ternyata punya peluang manfaat untuk menekan pertumbuhan bakteri-bakteri jahat.

Ekstrak biji petai mengandung hexathionine dan trithiolane yang memiliki kemampuan antibakteri.

Meski demikian, tetap dibutuhkan penelitian lanjutan untuk benar-benar mengetahui apakah petai bisa bekerja sebagai obat infeksi.

5. Manfaat untuk Jantung

Petai mengandung cukup tinggi akan kandungan kaliumnya. Kalium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi kerja organ tubuh.

Mengonsumsi petai penting bagi Anda yang ingin menjaga tekanan darah, sebab zat ini bisa membantu meregangkan dinding pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah.

Saat tekanan darah tinggi, risiko terhadap penyakit jantung akan meningkat.

Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan asupannya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium seperti petai.(genpi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Simak! Ini Cara Mengurangi Aroma Tajam Petai Sebelum Dimakan


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Petai   penyakit   Antioksidan   bakteri  

Terpopuler