5 Langkah Kumpulkan Kekayaan dari Saham

Kamis, 21 Februari 2019 – 09:10 WIB
Beberapa nilai saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto dok Yessy Artada/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Oleh: Investment Specialist PT Panin Asset Management Yasmeen Danu

 

BACA JUGA: Sengketa KBN dengan KCN Berpotensi Bikin Investor Lari

Data menunjukkan, investasi saham di pasar modal merupakan salah satu cara terbaik membangun kekayaan.

Tahun lalu indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menggambarkan pergerakan rata-rata saham di Indonesia memberikan kinerja negatif 2,54 persen.

BACA JUGA: Cara Pemerintah Tingkatkan Investasi di Surabaya

Dalam 20 tahun terakhir, IHSG mencatat kinerja tahunan rata-rata sekitar 14 persen.

Karena fluktuasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari investasi saham, Anda akan berhadapan dengan risiko dan potensi kerugian jika berinvestasi saham tanpa pengetahuan yang tepat. Lalu, apa kiatnya?

BACA JUGA: Gandeng Bizhare, Baba Rafi Hadirkan Format Investasi Gotong Royong

 

Kondisi Keuangan Sehat.

Iming-iming imbal hasil tinggi sering membuat orang lupa dengan risiko yang menyertai investasi pasar modal.

Investasi saham tidak memberikan jaminan keuntungan pasti. Karena itu, pastikan kondisi keuangan Anda sehat sebelum mulai berinvestasi dengan memiliki dana darurat yang cukup dan tidak punya utang konsumtif.

Selain itu, modal investasi bukan dari utang atau dana kebutuhan penting seperti uang sekolah anak, uang sewa rumah, dan lain-lain.

 

Mulai Yang Kecil.

Jika Anda adalah pemula, ada baiknya membagi modal investasi dan sambil jalan menguji pengetahuan Anda sudah cukup atau belum.

Jangan khawatir ketinggalan kesempatan. Ketika sudah mahir, Anda bakal terlatih melihat peluang, bahkan sebelum orang lain mengendusnya.

 

Jual Beli versus Investasi.

Saat ini terdapat 624 perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Umumnya, investor saham menggunakan dua pendekatan untuk memilih saham. Yaitu, pendekatan jual beli atau trading dan investasi atau investing.

Pendekatan jual beli mengharuskan Anda belajar tentang analisis teknis. Yakni, metode untuk memperkirakan harga saham berdasar pergerakan harga masa lalu serta menguasai cara membaca grafik dan analisis statistik dengan baik.

Di sisi lain, pendekatan investasi adalah proses analisis sebuah saham dari sisi finansial dengan mengevaluasi rasio-rasio pada laporan keuangan untuk menentukan prospek sebuah perusahaan ke depannya.

Pendekatan jual beli cocok bagi Anda dengan jangka waktu investasi harian atau bulanan.

Pendekatan investasi umumnya digunakan investor dengan horizon investasi di atas satu tahun.

 

Rutin.

Investasi saham adalah investasi jangka panjang yang memberikan keuntungan lebih tinggi jika Anda berinvestasi lebih lama.

Investor dengan modal kecil dapat meningkatkan jumlah investasi secara rutin dengan mengikuti program menabung saham.

Investor bisa membeli satu lot saham perusahaan tertentu setiap bulan.

Selain itu, pertimbangkan untuk menginvestasikan kembali dividen yang Anda peroleh.

 

Tingkatkan Pengetahuan.

Investor perlu selalu belajar dan meningkatkan pengetahuan tentang investasi saham.

Investor yang rugi di pasar saham seringnya membeli saham hanya karena saran teman atau sekadar ikut tren. Pilih perusahaan yang Anda ketahui dan kenali dengan baik.

Jika perusahaan atau sektor yang Anda pilih rentan terhadap perubahan kurs mata uang, Anda perlu memahami faktor pemicu fluktuasi kurs agar dapat mengambil langkah antisipasi.

Pasar saham selalu dinamis. Sebagai investor, Anda jangan sampai ketinggalan. Semoga berhasil. (c14/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hary Tanoe: Pemilu 2019 Lancar, Investasi Bakal Masuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Harga Saham   IHSG   investasi  

Terpopuler