50 Tewas Kena Bom Bunuh Diri

Targetkan Calon Polisi di Tikrit, Iraq

Rabu, 19 Januari 2011 – 08:29 WIB
TIKRIT - Ledakan bom bunuh diri kembali mengguncang IraqKemarin pagi (18/1) seorang pria meledakkan diri di tengah kerumunan calon polisi yang sedang mengantre di pusat rekrutmen kepolisian Kota Tikrit, Provinsi Salahuddin

BACA JUGA: 50 Tewas Kena Bom Bunuh Diri

Sedikitnya 50 orang tewas dalam ledakan tersebut
Sekitar 150 orang lainnya terluka.

Bom bunuh diri kemarin tercatat sebagai ledakan paling mematikan di kota berpenduduk sekitar 300 ribu orang tersebut

BACA JUGA: Tunisia Mulai Susun Pemerintahan Baru

Itu sekaligus menjadi serangan pertama di Tikrit sejak terbentuknya pemerintahan baru Iraq pada 21 Desember lalu.

"Pelaku meledakkan diri di tengah antrean calon polisi yang hendak menjalani tes kesehatan dan wawancara pukul 10.15 pagi ini (kemarin sekitar pukul 14.15 WIB)," kata seorang pejabat polisi di Kota Baghdad kepada Agence France-Presse.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Iraq menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih akan bertambah
Sebab, evakuasi korban terus berlangsung

BACA JUGA: Bikin Mammoth Made in Japan

Saat ledakan terjadi, sedikitnya 100 calon polisi sedang mengantre di barisan yang sama dengan pelakuKonon, sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat atau sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan calon polisi memadati pusat rekrutmen tersebut.

Selain para calon polisi, beberapa personel kepolisian yang bertugas di pusat rekrutmen tewas dalam ledakan tersebut"Paling tidak, ada dua polisi yang menjadi korban (tewas)," kata Anas Abdul Khaliq, seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Tikrit.

Hingga dua jam setelah ledakan, darah segar masih menggenang di lokasi kejadianDemikian juga serpihan tubuh para korbanBeberapa ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para korban, baik yang tewas maupun terluka, ke rumah sakit terdekat.

Kemarin siang melalui pengeras suara masjid, otoritas setempat mengimbau penduduk Tikrit mendonorkan darah merekaSebab, persediaan darah di rumah sakit dan klinik-klinik medis mulai menipisPadahal, hampir seluruh korban luka membutuhkan transfusi darahBelum lagi, jika jumlah korban bertambah.

Terpisah, Wakil Gubernur Ahmed Abdul-Jabbar menyebut ledakan di kota yang berjarak 130 kilometer dari Kota Baghdad itu sebagai hasil perbuatan terorisApalagi, pelaku mengenakan rompi peledak yang biasanya dipakai para pejuang Al Qaidah Iraq (AQI)"Siapa lagi yang sangat bernafsu membunuh kami, selain Al Qaidah?" tudingnya seperti dikutip BBC.

Jika dibandingkan dengan ledakan bom bunuh diri tunggal lainnya, jumlah korban dalam insiden di Tikrit kali ini memang jauh lebih tinggi"Untuk bom bunuh diri yang dilancarkan seorang pelaku tanpa kendaraan, ledakan itu sangat dahsyatSetidaknya, pelaku membawa bom seberat 50 kilogram," papar seorang pakar terorisme yang enggan menyebutkan namanya.

Di sisi lain, ledakan tersebut juga menunjukkan bahwa pasukan dalam negeri Iraq belum mampu mengamankan wilayahnya secara mandiriTerutama, di kota kelahiran mendiang Saddam Hussein tersebut yang didominasi militan Sunni IraqBelakangan, gerilyawan dan kelompok-kelompok militan selalu menjadikan pusat rekrutmen sebagai sasaran empukSebab, pemerintahan baru Iraq membutuhkan sangat banyak personel militer dan kepolisian untuk mengamankan negara(hep/c6/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terindikasi Korupsi, Calon Menara Dibongkar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler