6 Fakta Pembunuhan Mahasiswa UB Malang, Nomor 1 dan 2 Sungguh Tak Disangka

Kamis, 21 April 2022 – 00:03 WIB
Ilustrasi - 6 fakta pembunuhan mahasiswa UB Malang, nomor 1 dan 2 sungguh tak disangka. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah fakta mengejutkan terungkap dari kasus pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang Bagus Prasetya Lazuardi (25).

Dilansir dari JPNN Jatim (jatim.jpnn.com), setidaknya ada enam fakta yang terungkap terkait motif dan pelaku pembunuhan.

BACA JUGA: Biadab, Ayah Tega Bunuh Pacar Putrinya Karena Cemburu

Bagus awalnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah semak-semak kawasan Desa Krajan, Purwodadi, Pasuruan pada Selasa (12/4).

Polisi kemudian mengidentifikasi jasad tersebut.

BACA JUGA: Mobil Pikap Hitam Diikuti Polisi Sampai ke Pelabuhan, Setelah Digeledah Isinya Ternyata

Diduga kuat korban dibunuh karena ada bercak darah mengering di tangan kirinya.


1. Pelaku Ayah Tiri Pacar Korban

BACA JUGA: Bea Cukai dan Polda Jatim Musnahkan Barang Haram Ini, Jumlahnya Fantastis

Tiga hari setelah ditemukan tewas, pembunuh Bagus akhirnya ditemukan.

Terungkap bahwa pelakunya adalah orang tua pacar korban.

Identitasnya ialah Ziath Ibrahim (38), warga Klojen, Kota Malang yang merupakan ayah tiri dari pacar korban berinisial AM.

“Kami menetapkan ZI sebagai tersangka,” kata Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Ronald Purba saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (18/4).


2. Rasa Sayang Berlebih Terhadap Anak Tiri

Motif tersangka menghabisi nyawa Bagus karena masalah asmara.

Ziath rupanya memiliki rasa atau menyukai anak tiri yang menjalani hubungan dengan korban.

“Enggak (memiliki rasa cinta). Cuma rasa sayang berlebih,” kata Ziath.

Selain itu, dia juga ingin menikahi putri tirinya tersebut, tetapi dilarang oleh saksi berinisial YP.

Anak tiri dan istrinya juga tak mengetahui kalau Ziath menaruh hati terhadap AM.


3. Korban Diperas dan Diancam

Selain motif asmara, pembunuhan itu juga dilatarbelakangi keinginan tersangka menguasai mobil dan uang milik korban.

Bagus kerap dimintai uang oleh Ziath.

Awalnya, pada 7 April 2022 Ziath menghubungi korban mengajak bertemu dengan alasan akan memberi oleh-oleh untuk keluarganya di Tulungagung, karena mengetahui akan pulang ke rumahnya.

“Tersangka keluar dari rumah naik motor menuju YP bertujuan menitipkan kendaraannya,” sambung Ronald.

Keduanya kemudian bertemu dalam satu mobil Kijang Innova milik korban.

Awalnya mereka berputar-putar mencari tempat untuk minum kopi.

Namun, banyaknya warung yang tutup akhirnya korban diajak ke Perumahan Bumi Mondoroko Raya di Kecamatan Singosari, Malang.

Setibanya di lokasi, terjadi cekcok antara korban dengan pelaku.

Ziath mengeluarkan senjata api mainan mengancam korban.


4. Korban Dibekap dan Ditindih Dadanya Hingga Tewas

Tersangka meminta ponsel korban dan membaca isi chat mesum antara korban dengan anak tirinya.

“Tersangka menghabisi korban dengan cara menindih badan dan membekap kepalanya menggunakan plastik kresek hingga Bagus meninggal,” ucap Ronald.


5. Dibuang ke Semak-semak

Setelah membunuh korban, tersangka mengendarai mobil menuju Ruko Kolombia dan memarkirkannya.

Dia kemudian menuju rumah YP menaiki ojek online menitipkan kunci kontak kendaraan tersebut.

Selanjutnya, pulang ke rumah mengendarai motor miliknya.

Pelaku sempat kebingungan dan berputar-putar di beberapa wilayah Jatim untuk membuang jasad korban.

Dia akhirnya membuangnya di lahan kosong ditutup dengan semak-semak di Desa Krajan, Purwodadi, Pasuruan.


6. Pelaku Sempat Takziah ke Rumah Korban

Sehari setelah jasad korban ditemukan, Ziath beserta keluarganya sempat bertakziah ke rumah korban pada Rabu (13/4).

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan saat bertakziah, pelaku memasang ekspresi biasa saja seolah-olah tak melakukan tindakan keji tersebut.

Ziath dijerat Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. (mcr12/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ssst, IS dan AM Tertangkap di Tempat Hiburan Malam di Surabaya, Kasusnya, Duh


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler