7 Minuman Sehat dan Lezat Ini Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Lho

Selasa, 28 Desember 2021 – 02:21 WIB
Susu kedelai. Foto dukang/123rf

jpnn.com, JAKARTA - KOLESTEROL tinggi jangan pernah Anda abaikan. Karena jika Anda mengabaikannya, maka bisa berbahaya untuk kesehatan.

Kolesterol tinggi biasanya diakibatkan karena gaya hidup yang tidak sehat, mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi dan lainnya.

BACA JUGA: 7 Minuman Sehat yang Ampuh Turunkan Kolesterol dengan Cepat, Buruan Dicoba

Memang, kolesterol baik untuk tubuh, tetapi jika meningkat terlalu tinggi efeknya bisa ke jantung.

Untuk menurunkan kolesterol, biasanya Anda mengonsumsi obat.

BACA JUGA: 7 Makanan Lezat yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi, Buruan Dikonsumsi

Namun, ada beberapa minuman sehat dan lezat yang ternyata ampuh menurunkan kolesterol tinggi.

Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Medicalnewstoday.

BACA JUGA: 4 Makanan dan Minuman yang Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ada di Dapur Lho

1. Teh hijau

Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lainnya yang tampaknya membantu menurunkan LDL "jahat" dan kadar kolesterol total.

Dalam sebuah studi tahun 2015, para ilmuwan memberi tikus air minum yang dicampur dengan katekin dan epigallocatechin gallate, antioksidan bermanfaat lainnya dalam teh hijau.

Setelah 56 hari, para ilmuwan melihat kadar kolesterol dan LDL "jahat" telah berkurang sekitar 14,4 persen dan 30,4 persen pada dua kelompok tikus yang diberi diet tinggi kolesterol.

Teh hitam juga bisa berdampak positif pada kolesterol, tetapi pada tingkat yang lebih rendah daripada varian hijaunya.

Ini terutama karena jumlah katekin yang berbeda dalam teh berarti tubuh menyerap cairan secara berbeda.

Selain itu, kafein juga bisa membantu meningkatkan kadar HDL.

2. Susu kedelai

Kedelai rendah lemak jenuh. Mengganti krim atau produk susu tinggi lemak dengan susu kedelai atau krimer bisa membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol.

Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumsi 25 gram (g) protein kedelai per hari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Otoritas lain merekomendasikan untuk mengonsumsi 2-3 porsi makanan atau minuman berbahan dasar kedelai setiap hari, dengan satu porsi mewakili 250 mililiter (ml) susu kedelai.

3. Minuman oat

Oat mengandung beta-glukan, yang membuat zat seperti gel di usus dan berinteraksi dengan garam empedu, yang mengurangi penyerapan kolesterol.

Sebuah tinjauan 2018 menemukan minuman oat, seperti susu oat, mungkin menawarkan pengurangan kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi-padat atau padat.

Untuk manfaat maksimal, coba konsumsi sekitar 3 g per hari beta-glukan, yang bisa menyebabkan pengurangan 7 persen dalam LDL.

Satu cangkir susu gandum bisa menyediakan hingga 1,3 g beta-glukan.

4. Jus tomat

Tomat kaya akan senyawa yang disebut likopen, yang bisa meningkatkan kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL "jahat".

Selain itu, penelitian menunjukkan mengolah tomat menjadi jus meningkatkan kandungan likopennya.

Jus tomat juga kaya serat penurun kolesterol dan niasin.

Sebuah studi tahun 2015 menemukan 25 wanita yang minum 280 ml jus tomat setiap hari selama 2 bulan mengalami penurunan kadar kolesterol darah.

5. Smoothie berry

Banyak buah beri kaya akan antioksidan dan serat, yang keduanya bisa membantu mengurangi kadar kolesterol.

Secara khusus, anthocyanin, agen antioksidan kuat dalam buah beri, membantu meningkatkan kadar kolesterol.

Buah beri juga rendah kalori dan lemak.

6. Minuman yang mengandung sterol dan stanol

Sterol dan stanol adalah bahan kimia tanaman yang bentuk dan ukurannya mirip dengan kolesterol yang menghalangi penyerapan beberapa kolesterol.

Namun, sayuran dan kacang-kacangan mengandung kadar sterol dan stanol yang rendah sehingga tidak bisa menurunkan kolesterol.

Perusahaan menambahkan bahan kimia ini ke beberapa makanan dan minuman, termasuk minuman yogurt yang diperkaya, susu, dan jus buah.

FDA menyatakan kebanyakan orang harus mencoba mengonsumsi 1,3 g atau lebih sterol dan 3,4 g stanol per hari.

Cobalah untuk mengonsumsi sterol dan stanol ini dengan makan.

7. Minuman kakao

Kakao adalah bahan utama dalam cokelat hitam. Ini mengandung antioksidan yang disebut flavanol yang bisa meningkatkan kadar kolesterol.

Sebuah studi 2015 menemukan mengonsumsi minuman 450 mg yang mengandung flavanol kakao dua kali sehari selama 1 bulan menurunkan kadar kolesterol LDL "jahat" sambil meningkatkan kadar kolesterol HDL "baik".

Kakao mengandung asam lemak tak jenuh tunggal tingkat tinggi, yang juga bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol.

Namun, minuman yang mengandung cokelat olahan memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.

Orang yang mencari pilihan yang sehat mungkin ingin memilih minuman kakao murni.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler