7.500 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jumat, 14 Agustus 2015 – 01:13 WIB

jpnn.com - SUMBER - Musim kemarau rupanya memberikan dampak di berbagai aspek. Maka dari itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati Cirebon, kemarin (13/8). Dalam rapat tersebut, diketahui bahwa sekitar 7.500 hektare lahan pertanian yang ditanami terancam puso karena kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Dedi Nurul mengatakan, berdasarkan data yang ada, dari luas lahan yang dimiliki seluas 53 ribu hektar, hanya 31.589 hektar yang bisa ditanami. Dari luas lahan tersebut, ada sekitar 3.517 hektar yang telah mengalami kekeringan. Sementara lahan puso seluas 121 hektar.

BACA JUGA: Asyik, Rebutan Ribuan Dolar Singapura yang Tercecer di Pantai

“Ada potensi kekeringan seluas 7.565 hektar tapi untuk perhitungan kerugian secara materi masih belum kami hitung,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melaporkan hal ini pada Kementerian Pertanian. Distanbunakhut juga telah mengajukan kompensasi lahan puso bagi para petani pada pemerintah pusat. Namun untuk besaran kompensasi, Distanbunakhut masih belum mengetahuinya.

BACA JUGA: Tiga Koruptor Dana PNPM Dijebloskan ke Rutan Purbalingga

“Yang pasti sudah kita laporkan dan kita ajukan,” tuturnya.

Selain pertanian, diketahui pula terdapat gangguan layanan PDAM pada masyarakat khususnya Kecamatan Kapetakan.  Mengingat, untuk musim kemarau tahun ini, air sungai yang seharusnya menjadi sumber air tidak sampai ke unit pengolahan.

BACA JUGA: Pembuat Sekaligus Edarkan Uang Palsu Diringkus

“Air habis di tengah jalan. Maka dari itu kita coba kirimkan bantuan tanki-tanki air untuk kecamatan Kapetakan,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Suharyadi SE.

Hingga saat ini, Suharyadi mencatat sudah sekitar 25 tanki yang dikirim ke sejumlah wilayah krisis air bersih. Diakuinya PDAM tidak bisa begitu maksimal dalam mendistribusikan bantuan air bersih mengingat jumlah tanki air sangat terbatas.

“Kalau memang nanti permintaan masyarakat semakin banyak, kita akan coba minta bantuan dari swasta agar setidaknya membantu jumlah armada tanki,” lanjutnya. (kmg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok: Dana Rehab SMPN 159 Sangat Kelewatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler