9.585 Kuota Haji Kembali Dibagi

50 Persen untuk Lanjut Usia

Jumat, 16 September 2011 – 08:44 WIB

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) kembali membagikan 9.585 kuota haji regular kepada daerahJumlah tersebut berasal dari 7.000 kuota tambahan dan 2.585 kursi yang masih kosong dari kuota tetap

BACA JUGA: KNPI Gelar Forum Majelis untuk Kongres Bersama

Banyaknya jatah yang didapatkan daerah disesuaikan dengan daftar tunggu haji di kabupaten dan kota.

Menteri Agama Suryadarma Ali mengatakan, dari 10.000 kuota tambahan yang akan didapatkan, 3.000 dialokasikan untuk haji khusus dan 7.000 untuk haji regular
Kuota untuk haji regular akan didistribusikan ke semua provinsi

BACA JUGA: Ali Mudhori Mengaku Kenal I Nyoman Suisnaya



"Prioritas untuk jemaah lanjut usia
Minimal 60 tahun ke atas

BACA JUGA: SBY Ancam Menteri Koruptor

Seandainya tidak ada, boleh untuk umur di bawahnya," ungkap Suryadarma pembagian qur'ah maktab jemaah haji 2011 di Jakarta, kemarin (14/9).

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenag, Aceh mendapatkan jatah terbanyak, yaitu 1.152 kursiSedangkan Sumatera Utara 289 kursi, Sumatera Barat 291 kursi, Riau 270 kursi, Jambi 282 kursi, Sumatera Selatan 288 kursi, Bengkulu 99 kursi, Lampung 299 kursi, Jakarta 312 kursi, Jawa Barat 466 kursi, Jawa Tengah 440 kursi, Yogyakarta 248 kursi, Jawa Timur 840 kursi, Bali 120 kursi.

Selanjutnya, NTB 262 kursi, NTT 102 kursi, Kalimantan Barat 121, Kalimantan Tengah 214 kursi, Kalimantan Selatan 333, Kalimantan Timur 301, Sulawesi Utara 105, Sulawesi Tengah 200 kursi, Sulawesi Selatan 360 kursi, Sulawesi Tenggara 220 kursi, Maluku 100 kursi, Papua 252, Bangka Belitung 241 kursi, Banten 217 kursi, Gorontalo 125 kursi, Maluku Utara 92, Kepulauan Riau 118 kursi, Sulawesi Barat 266 kursi, dan Papua Barat 111 kursi.

Untuk pemondokan, lanjut mantan Menteri Koperasi dan UKM ini, sudah tuntas 100 persenSebanyak 93 persen berada di bawah 2 kilometer dari Masjidil HaramSedangkan 7 persen lagi berada di jarang 2,5 kilometerSementara pemondokan di Madinah 100 persen berada di wilayah MArkaziah atau 500 meter dari Masjid Nabawi.

"Tahun ini definisi ring 1 kita naikand ari 2 kilometer jadi 2,5 kilometerKarena dekat Masjidil Haram banyak rumah yang dibongkatDi lingkaran 2 kilomter sulit dan kompetitor luar biasaNegara lain juga mlakukan hal sama dan berani bayar mahalKalau kita maunya rumha bagus tapi harga murahMudah-mudahan dari sisi harga kita bisa pertahankan tahun depan," ujar SDA, sapaan akrab Suryadarma Ali.

Karena itu, lanjutnya, tahun ini tidak ada pengembalian uang pemondokanSebab, akan muncul rasa iri antar jemaahKarena harga pemondokan tiap rumah berbedaBisa saja di wilayah yang sama tapi dapat pengembalian berbeda.

Mengenai pertanyaan dari PIHK mengenai jatah kuota tambahan sebesar 3.000 kursi, katanya, hal tersebut merupakan kebijakan menteri dalam menentukanHarus dipahami, haji regular lebih banyak dari haji khususDaftar tunggunya pun jauh lebih banyak"Sebetulnya mereka dapat 3 ribu juga tidak adilTidak usah marahMereka dapat 1/3 dari kuota tambahan," katanya.

Tahun lalu, tegas Suryadarma, haji regular memang mendapatkan tambahan kuota 6.500 kursiBanyak bagian yang diberikan karena jarak pemberian kuota dengan jadwal keberangkatan sangat dekatSedangkan tahun ini jaraknya lebih jauh"Sekarang haji regular siap," pungkasnya.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, pemerintah telah melakukan penyewaan terhadap 319 gedung dengan kapasitas 202.016 orangKarena jarak yang semakin dekat, konsekuensinya harga rumah meningkat jadi 3.700 RealSementara komponen yang dibayarkan jemaah hanya 3.150 RealArtinya, ada subsidi sebsar 550 Real per jamaah.

"Pembagian rumah jadi 70 maktab1 maktab rata-rata 2.900 orangDi Mekkah kita membaginya mnjadi 12 sektor pelayananDi Madinah hanya 8 sektor dan Jeddah 2 sektor," ungkapnya

Untuk kuota tambahan, lanjutnya, diperuntukan bagi lanjut usiaDiurutkan berdasarkan usi tertua dan palin muda 60 tahunSelain juga, juga untuk penggbungan suami istri, penggabungan anak dan orang tua, serta unuk pendaming jemaah yang sudah uzur.

"50 persen kami setting untuk usia tuaNama-nama sudah kami siapkanJika 50 persen tidak siap, segera komunikasikan dengan SiskohatSupaya bisa diturunkan untuk usia berikutnya," paparnya(cdl)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menkumham Bakal Tindak Greenpeace


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler