Ada 32 Klien BNN Jalani Rehabilitasi Narkoba

Kamis, 26 Juli 2018 – 04:05 WIB
Dua pecandu sabu-sabu.Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, JAKARTA - BNNK Sidoarjo, Jatim berhasil mengungkap tiga kasus dengan enam tersangka kasus narkoba pada semester pertama tahun ini.

Ungkap kasus itu juga hasil kerja sama dengan Satgaspam Lanudal Juanda, AVSEC Angkasa Pura, dan Bea Cukai Juanda.

BACA JUGA: BNN Ajak K/L Terlibat P4GN demi Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Selain terus memburu pemakai dan pengedar narkoba, kinerja BNNK berfokus pada rehabilitasi.

Kepala BNNK Sidoarjo AKBP Indra Brahmana menyatakan, narkoba telah menjadi musuh bersama.

BACA JUGA: Sambut HANI, BNN Ajak Semua Pihak Kompak Perangi Narkoba

Baik negara maupun masyarakat. Karena itu, tidak mungkin BNN bisa memerangi narkoba tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak.

''Peran masyarakat juga perlu dilibatkan,'' katanya kepada Jawa Pos.

BACA JUGA: HANI: Mari Bersama-sama Melawan Penyalahgunaan Narkotika

Pada semester awal, beberapa kasus telah diungkap. Januari lalu, misalnya. Ada temuan 103 gram sabu-sabu yang dibawa Juhar.

Warga asal Madura tersebut menyembunyikan serbuk haram itu di celana dalamnya.

Selain itu, ada tiga warga Mojokerto yang membawa sabu-sabu melalui jalur darat dari Medan ke Sidoarjo.

Mereka diamankan Februari lalu. Jaringan tersebut merupakan pengedar sekaligus pemakai. Total berat barang bukti sabu-sabu mencapai 5 kilogram.

''Saat itu kami bekerja sama dengan tim direktorat narkotika BNN pusat,'' katanya.

Kasus ketiga, tersangkanya adalah TKW dari Malaysia yang tiba di Juanda pada Maret lalu.

Dari tangan Novita Habibah, tersangka asal Madura, ditemukan 1.240 gram sabu-sabu.

''Semuanya pengedar. Yang positif pemakai warga Mojokerto itu,'' tutur Indra.

Dia tidak henti-henti untuk terus ikut mengimbau masyarakat agar lebih sadar akan bahaya narkoba.

Imbauan tersebut, antara lain, melalui sosialisasi dan kampanye di segala lapisan masyarakat. ''Sekali lagi, perlu kerja sama yang kompak,'' tegasnya.

Sementara itu, target rehabilitas pada tahun ini mencapai 120 klien. Menurut Kasi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo Abdul Muklis Jamil Susilo, pihaknya juga gencar memberikan layanan penyembuhan terhadap ketergantungan narkoba bagi masyarakat yang melapor.

Tanpa dipungut biaya. Saat ini ada 32 klien yang direhab BNNK Sidoarjo. Klien yang datang akan dicek sejauh apa tingkat keparahannya, apakah coba-coba pakai, teratur pakai, atau pecandu. (oby/c22/hud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai dan BNN Ringkus 4 Sindikat Pengedar Sabu Malaysia


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler