Ada Pejabat Kecipratan Uang Pungli, Ini Reaksi KKP

Selasa, 07 April 2015 – 23:30 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Praktik perbudakan yang menimpa pada awak buah kapal (ABK) asal Myanmar di Benjina, Maluku kini merembet ke hal yang lain. Para aparat yang bertugas dikabarkan kerap meminta uang pungutan liar (pungli) pada pekerja di Benjina.

Bahkan, ada pejabat yang diduga ikut kecipratan uang pungli tersebut. Inspektur Jenderal KKP Andha Fauzi Miraza mengatakan, pihaknya akan menelusuri kabar tersebut.

BACA JUGA: Munas Golkar Kubu Agung Ditanggapi Dingin Oleh Kubu Ical

"Kalau pungli menyentuh sampai ke tingkat pejabat, kami tidak main-main lagi. Praktik pungli akan kami sudahi dan kami sudah berkomitmen untuk sama-sama bersih," ujar Andha saat menggelar jumpa pers di KKP, Jakarta, Selasa (7/4).

Andha menambahkan, pihaknya akan bekerja dengan hati-hati sebelum menyebut nama. Pihaknya tak akan langsung percaya jika ada nama yang mencuat karena dianggap kebagian uang pungli.

BACA JUGA: Gelar Kongres, PDIP Harus Ingatkan Jokowi soal Nawa Cita dan Trisakti

"Saya akan hati-hati. Begitu ada yang nyebut nama si A atau si B, nanti akan kami telusuri. Apa orang ini sakit hati nggak sama atasannya. Sehingga sebut nama itu," tambah Andha.

Andha berjanji akan melaporkan secara utuh hasil yang didapat di lapangan. “Tapi, siapapun dan sampai tingkat manapun harus kami selidiki. Saya akan cari uangnya ngalir ke siapa saja, siapa saja yang gunakan. Ini akan kami telusuri," tegas Andha. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Luhut Anggap Akbar Faisal Hanya Mengarang Cerita

 

 

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Situs Diblokir, Pengelola tak Tahu Kesalahannya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler