Agenda Pertama Jokowi-JK Temui Presiden SBY

Jumat, 22 Agustus 2014 – 07:28 WIB
SIAP BEKERJA: Jokowi dan JK memberikan pernyataan menanggapi putusan MK yang menolak gugatan pasangan Prabowo-Hatta. (EPA/Mast Irham)

jpnn.com - JAKARTA – Seluruh proses Pemilihan Presiden 2014 sudah berakhir tepat pukul 20.44 Kamis malam (21/8). Pada detik tersebut, Ketua Majelis Hakim Konstitusi mengetuk palu untuk menandai berakhirnya sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan memutuskan menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo Subianto.

Kini saatnya menatap ke depan. Pemerintahan baru di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo sudah menyusun program prioritas pasca mandat diperoleh secara penuh dan legal tadi malam. Apa saja program prioritas tersebut ?

BACA JUGA: MK Kukuhkan Jokowi-JK Pemenang, Demokrat Ambil Posisi Penyeimbang

Saat menanggapi putusan MK di rumah dinas gubernur DKI Jakarta, di Taman Suropati, Menteng, tadi malam, Jokowi menyatakan kalau konsentrasi pihaknya ke depan adalah sesegera mungkin melakukan persiapan-persiapan sebelum resmi dilantik pada 20 Oktober nanti. Yang paling diprioritaskan adalah bertemu dengan Presiden SBY untuk menyelaraskan program pemerintahan terdahulu dan mendatang. ”Sekarang, itu yang penting untuk langkah kedepan,” kata Jokowi.

Disinggung soal rekonsiliasi dengan kubu Prabowo-Hatta, Jokowi menegaskan bahwa tidak ada yang perlu direkonsiliasikan. Sebab, selama ini, memang tidak ada masalah antara pihaknya dan Prabowo maupun Hatta. ”Saya dan Pak JK ini sahabat baik dengan Pak Prabowo dan Pak Hatta, lalu apanya yang mau direkonsiliasikan? Kalaupun nanti ketemu ya itu silaturahmi biasa,” tandasnya.

BACA JUGA: Tidak Ada Cara Lain, Kubu Prabowo Harus Legowo

Disinggung soal adanya ketegangan yang sempat terjadi, Jokowi menilai itu merupakan hal lumrah terjadi dalam dunia politik. Saat kompetisi politik selesai, maka dia yakin hubungannya dengan Prabowo akan kembali mencair seperti sedia kala. Apalagi, ketegangan yang sempat terjadi masih normal-normal saja dan tidak berpotensi terjadinya perselisihan. "Kemarin itu pertandingan sebentar aja di pilpres, setelah itu bersahabat lagi," kata dia.      

Jokowi mengatakan sangat menghormati apapun hasil hasil sidang MK. Selain itu, dia tidak mau ambil pusing memikirkan rencana tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang akan membawa masalah pilpres ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Mahkamah Agung (MA). "Semua masalah itu sudah selesai di MK lah, sebagai pihak yang berwenang memutuskan perselisihan pemilu," tega dia.

BACA JUGA: Politikus Senior Golkar Puji Kerja Polisi dan TNI

Menghadapi putusan MK kemarin, pasangan Jokowi-JK memang tidak menggelar acara khusus. Hal itu berbeda dengan momentum pengumuman hasil quick count pada 9 Juli, atau ketika pengumuman hasil rekapitulasi KPU pada 22 Juli 2014. Tidak ada agenda khusus, cukup di dua momen terdahulu,” kata Tjahjo Kumolo saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jl. Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (21/8).

Menurut dia, perayaan kemenangan di Tugu Proklamasi pada 9 Juli dan di Pelabuhan Sunda Kelapa saat 22 Juli sudah cukup. ”Sekarang yang penting, bagaimana semua pihak untuk menatap perjalanan bangsa ini kedepan,” lanjutnya.

Sejak siang hari, Megawati memilih untuk memimpin pertemuan dengan sejumlah pengurus DPP PDIP di kantor partai pengusung utama Jokowi-JK tersebut. Di sana, putri proklamator RI Soekarno itu sempat menonton bareng sidang MK lewat televisi bersama para pengurus baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30 WIB.

Aktivitas yang biasa-biasa saja juga dilakukan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi bahkan tidak bisa mengikuti tayangan dari waktu ke waktu sidang putusan sengketa Pilpres. Dia masih harus menghadiri rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan Jusuf Kalla memilih memantau jalannya sidang putusan MK di kediamannya Jl. Brawijaya, Jakarta Selatan. Dia menonton tayangan televisi disertai sejumlah pengurus partai yang selama ini dikenal dekat dengannya.

Dampak Ekonomi

Sebelum MK membacakan amar putusan atas gugatan Pilpres, pasar saham sudah meyakini hasilnya akan sesuai ekspektasi sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung berbalik menguat.PAdahal saat bursa baru dibuka, IHSG lesu dan transaksi sepi. Sampai akhirnya di sesi pertama ditutup turun 33 poin (0,65 persen) ke level 5.156,473.        

Namun semua berubah ketika menyaksikan dimulainya sidang putusan di MK terutama mendengarkan berbagai pertimbangan yang disampaikan majelis hakim konstitusi. Pasar langsung hijau terutama didorong aksi beli investor asing yang akhirnya mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 409,7 miliar.          

Head of Equity PT Manulife Asset Management Indonesia Mohammad Anggun Indallah menyatakan, dengan kepastian situasi politik Indonesia saat ini, perputaran roda ekonomi di semester kedua tahun ini diyakini membaik. Mohammad berharap Indonesia telah melalui titik terendah dari perlambatan PDB Indonesia di kuarta kedua kemarin. ”Atas dasar itu diharapkan tingkat laba yang dihasilkan para emiten juga akan menunjukkan tren yang sama,” ucapnya. Dengan berbagai katalis tersebut pihaknya cukup percaya IHSG dapat mencapai level 5.400 di akhir tahun 2014 dengan valuasi Price Earnings Ratio (PER) 15 kali laba tahun 2015.        

Pergerakan yang sama dengan indeks saham juga ditunjukkan oleh nilai tukar Rupiah. Pada awal perdaganga, rupiah sempat hampir terseret ke level 11.800 per USD juga akhirnya berhasil menguat kembali bertahan di level 11.717 per USD atau sedikit melemah dibandingkan 11.707 pada penutupan sebelumnya. " Pelaku pasar masih banyak melakukan transaksi USD sehingga membuat mata uang tersebut mengalami kenaikan," kata dia.        

Pelemahan dolar Australia (AUD) dan Yuan turut memberikan kesempatan bagi USD untuk terapresiasi. Laju Rupiah menurut Reza ada di bawah level support 11.715 per USD. "Dengan masih uptrend-nya USD membuat laju Rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terutama jika pelaku pasar ikut terpengaruh dengan hasil sidang MK," terusnya. (dyn/fai/gen)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menangis, Atut Salahkan Amir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler