Aguan, Pengusaha Sukses yang Masih Mau Memanggul Beras

Selasa, 29 November 2016 – 18:54 WIB
Sugianto Kusuma (kanan). Foto: source for JPNN.com

jpnn.com - USIA bukan halangan buat Sugianto Kusuma alias Aguan. Meski sudah berusia lebih dari 60 tahun, Aguan masih penuh aktivitas.

Pengusaha sukses asal Palembang itu kini juga menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia. 

BACA JUGA: Besok IMM Kerahkan Ribuan Anggotanya di Depan Istana

Sebagai pengusaha, hari-hari Aguan awalnya banyak dihabiskan di kantor. Namun sejak bergabung di Yayasan Tzu Chi, waktunya justru dia curahkan untuk menjalankan misi kemanusiaan.

“Bersama relawan, saya bisa lebih banyak berbuat baik kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan,” ujar Aguan saat ditemui di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (29/11).

BACA JUGA: Habib Rizieq gak Ikut, yang Hadir Panglima FPI

Bagi Aguan, aktif di kegiatan sosial jauh lebih terpuaskan batinnya. “Tidak semua orang siap dengan konsekuensi ketika harus turun langsung untuk memberikan sedikit kemampuannya membantu orang lain,” sambung Bos Agung Sedayu Group ini.

Ya. Aguan merupakan satu dari ribuan relawan Tzu Chi yang juga sebagai pengusaha properti cukup terkenal di Indonesia. Aktivitasnya di dunia sosial sejak tahun 2002, telah banyak membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain.
Baginya aktif sebagai relawan jauh lebih bernilai dan menyenangkan, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan urusan bisnis.

BACA JUGA: Besok, Kejagung Akan Putuskan Status Berkas Ahok

“Di sini saya nggak pusing memikirikan perusahaan, di sini juga saya jauh lebih tenang, sebab melalui kegiatan ini bisa berbuat banyak untuk mensucikan hati manusia,” jelas Aguan. 

Dia teringat bagaimana awalnya tertarik menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Tahun 2002, di mana Jakarta tengah mengalami bencana besar, hampir seluruh wilayah Jakarta terendam banjir.

“Bagaimana banjir membuat warga Jakarta menjadi susah. Rumah, sekolah, rumah sakit rusak, dan segala fasilitas masyarakat lannya ikut rusak. Tidak hanya materi, banjir juga menelan korban jiwa,” urainya.

Dari sana dia berpikir bagaimana caranya bisa membantu meringankan beban penderitaan yang dialami warga Jakarta pada saat itu.

Sebelum terjun, pria yang menjabat sebagai wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi ini mencoba menemui Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi di Taiwan. Dia meminta nasihat bagaimana memperbaiki Jakarta yang sudah luluh lantah akibat banjir.

Dari Master Cheng Yen itu Aguan mendapat petunjuk. Salah satunya melalui konsep 5P yakni pemompaan, pembersihan, penyemprotan, pengobatan dan perumahan. Dan langkah pertama yang ditempuh Aguan adalah membangun rumah susun, saat itu pertama kali di Cengkareng sebanyak 1.100 unit.

Menariknya, masyarakat gratis menempati rumah tanpa dipungut biaya. “Mereka hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, setelah itu warga hanya tinggal merawat dan memelihara saja, dan tentunya tidak boleh dijual,” kata Aguan.

Selesai pembangunan di Cengkareng, kembali dilakukan pembangunan tahap dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sebanyak 600 rumah, menelan biaya sekitar Rp 80 miliar.
 
Tidak hanya itu. Bantuan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga seluruh Indonesia pada tahun 2004 pun diberikan. 

Sugianto juga membangun sekolah-sekolah dengan biaya murah, rumah sakit dengan biaya murah yang berada di bawah naungan Budha Tzu Chi.

Pasca bencana tsunami Aceh banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, Tzu Chi bergegas untuk mendirikan rumah di wilayah tersebut diantaranya di Melaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh. 

Melalui filosofinya, bahwa membantu secara langsung akan jauh lebih baik, ketimbang melalui perantara. Itulah yang kini kerap dilakukan Sugianto di tengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha.

“Tidak hanya saya, semua relawan terjun langsung saat memberikan bantuan. Bahkan para relawan rela memanggul beras yang akan diserahkan ke warga, dan saat mereka mengucapkan terima kasih itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” pungkas Aguan. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desmond: Saya Pikir Akom Akan Melawan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler