Agustus, Produksi Cabe Naik 4.000 Ton

Rabu, 21 Juli 2010 – 15:09 WIB
JAKARTA- Pemerintah meyakini lonjakan harga yang terjadi pada komoditas cabe tak akan berlangsung lamaMemasuki musim panen pada Agustus mendatang, harga cabe dipastikan akan kembali normal

BACA JUGA: Mendag Bantah Ada Impor Cabe

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisna Mukti, mengatakan bahwa produksi cabe pada Agustus mendatang diperkirakan akan meningkat sekitar 4.000 ton dari produksi di bulan Juli.

"Kenaikan produksinya dibandingkan Juli kita perkirakan sekitar 4.000 ton sebulan
Kalau bulan ini kira-kira kenaikannya sekitar 111 ribu ton, maka nantinya akan menjadi sekitar 115 ribu ton

BACA JUGA: Pemerintah Tak Kuasa Kendalikan Harga Cabe

Paling besar nanti dari Jawa Timue, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara," kata Bayu pada wartawan, Rabu (21/7) di kantor Menko Ekonomi usai rapat koordinasi ketahanan pangan.

Memang diakui Bayu, bahwa harga cabe naik karena dipengaruhi musim hujan yang lebih cepat datang dari prediksi awal
Sehingga mengakibatkan, banyak tanaman pertanian terkena hama penyakit bahkan membuat petani gagal panen.

"Apalagi stoknya cuma bisa bertahan tiga hari dan tidak ada stok jangka panjang

BACA JUGA: Produsen Tabung Gas Rugi Rp 3 Triliun

Turun naiknya harga dipengaruhi stok jugaJadi kita lihat stok cabe itu harus stok harian, bukan stok besarMakanya sensitivitasnya perhari membuat harga turun naikMenurut saya naik turunnya cabe dalam sejarah Indonesia itu memang besarPernah turunnya jauh sampai Rp8000, kan kasian petani," jelas Bayu.

Tidak menentunya musim yang mempengaruhi terhadap kualitas panen, dikatakan Bayu terkadang memang banyak merugikan petaniApalagi harga tinggi dipasaran terjadi bersamaan dengan masa tidak panenAkibatnya kerugian petani berlapis, mulai dari produktivitasnya rendah karena penyakit, panen busuk karna hujan, dan juga sedang tidak masa panen.

"Makanya antisipasi sudah banyak kita lakukanKita kasih perlindungan supaya tidak kena hujan langsung supaya tidak penyakitan dan busuk saat musim panen," kata Bayu.

Saat ini kata Bayu, akibat harga cabe yang melonjak bahkan langka, banyak kritikan terhadap pemerintahPadahal kontribusi cabe terhadap inflasi hanya berkisar 0,26 persenPerhitungannya adalah konsumsi cabe dimasyarakat berkisar 1,2 juta ton per tahunJika dibagi 250 juta penduduk Indonesia, artinya sekitar setengah kilogram (Kg) cabe merah dikonsumsi setiap tahunnya.

"Kalau harga cabe Rp 60 ribu, artinya setiap penduduk mengkonsumsi cabe seharga Rp30 ribu per tahunKalau dibagi 365 hari, maka setiap hari setiap penduduk hanya makan sambal dengan harga sekitar Rp100Ini yang sedang kita ributkan, hanya sekedar untuk menyerang Pemerintah," kata Bayu.(fuz/afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Ingin Ubah Tampilan Rupiah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler