Ahmad Basarah: Peringatan Hari Lahir Pancasila Kebijakan Negara Lintas Rezim

Kamis, 01 Juni 2023 – 16:23 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengajak bangsa Indonesia untuk memahami sejarah peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni. Foto: dok MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengajak bangsa Indonesia untuk memahami sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni.

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan kebijakan yang khas di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: UNESCO Tetapkan Pidato Bung Karno sebagai Memori Dunia, Begini Respons Ahmad Basarah

Artinya, peringatan tersebut bukan bersifat rezimental, tetapi merupakan kebijakan negara yang dibenarkan oleh para pendiri bangsa.

Dia menjelaskan sejak pemerintahan Bung Karno dan awal Orde Baru, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional.

BACA JUGA: Kamis Besok, Jokowi dan Megawati Menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

"Bahkan Perpustakaan Nasional RI menyimpan data berita penerbitan Surat Keputusan Menteri Agama Melalui Menteri Koordinator Kesejahteraan atas Persetujuan Presiden Soekarno pada 1 Juni 1964, untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional. Oleh karena itu, sejak 1964 hingga 1968, terjadi peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni,” ungkapnya.

Menurut penulis buku Bung Karno, Islam dan Pancasila (2017) ini, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang diadakan di Istana Negara, baik Presiden Soekarno maupun Soeharto selalu menyampaikan pidato kenegaraan.

BACA JUGA: Seminar Hari Lahir Pancasila, Rektor Unhan Ungkap Peran Penting Lembaga Pendidikan

Para pendiri bangsa mantan anggota BPUPK-PPKI juga menyampaikan pidato, memberikan kesaksian tentang kelahiran Pancasila.

Misalnya, mantan Wakil Ketua BPUPK, RP Soeroso memberikan kesaksian tentang kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945 melalui pidato Bung Karno.

"Kesaksian Soeroso disampikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1964. Bahkan peringatan Hari Lahir Pancasila secara insidental dilakukan pertama kali pada tahun 1958, meskipun belum didasarkan pada kebijakan Presiden. Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1958, Mr. Muhammad Yamin menyampaikan pidato dan memberikan kesaksian bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah hari dimana pertama kali ajaran Pancasila disampaikan oleh Bung Karno,” kata Basarah.

Menurut Basarah, peringatan Hari Pancasila dihapuskan oleh pemerintah Orde Baru sejak tahun 1970. Alasannya, ditemukan data sejarah bahwa Mr. Yamin dan Mr. Soepomo mengusulkan Pancasila di sidang BPUPK lebih dahulu dari Bung Karno, yakni pada 29 Mei dan 31 Mei 1945.

Berdasarkan konstruksi sejarah ini, maka Bung Karno dinilai bukan merupakan satu-satunya tokoh yang mengusulkan Pancasila.

Dengan demikian, sejak itu 1 Juni tidak dijadikan hari kelahiran Pancasila.

“Padahal baik melalui kesaksian pelaku sejarah seperti Bung Hatta, Panitia Lima maupun oleh kalangan intelektual dan sejarawan, dinyatakan bahwa Yamin dan Soepomo tidak mengusulkan Pancasila. Hanya Bung Karno yang mengusulkan Pancasila di sidang BPUPK,”lanjut Basarah.

Oleh karena itu, amanat Reformasi dalam bidang penguatan Pancasila adalah pelurusan sejarah kelahiran Pancasila.

Hal tersebut, menurut Basarah dilakukan oleh MPR RI yang membangun kesepakatan antar-fraksi untuk menyusun konstruksi sejarah kelahiran Pancasila yang lurus.

Hasilnya adalah kesepakatan fraksi-fraksi MPR bahwa pembentukan Pancasila terjadi dalam fase kelahiran (1 Juni 1945), fase perumusan (22 Juni 1945) dan fase finalisasi (18 Agustus 1945).

Ketiga fase ini, kata Basarah merupakan kesatuan proses kelahiran dan perumusan Pancasila. Kesepakatan MPR ini lalu diadopsi oleh Keppres No. 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang menjadi dasar bagi peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni sebagaimana kita rayakan saat ini.

Basarah mengajak seluruh komponen bangsa memahami dan memperingati Hari Lahir Pancasila bukan sebagai kebijakan yang bersifat rezimental, tetapi menjadi kebijakan negara yang lintas rezim.

Hal tersebut disebabkan oleh fakta kelahiran Pancasila yang diamini oleh para pendiri bangsa perumus Pancasila. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahmad Basarah Heran Masih Ada yang Memperdebatkan Hari Lahir Pancasila


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler