AHY Berpeluang jadi Pesaing Jokowi dan Prabowo

Senin, 26 Maret 2018 – 07:55 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil riset Political Communication (PolcoMM) Institute yang dirilis kemarin (25/3), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki kans kuat untuk muncul sebagai capres dari poros ketiga, di Pilpres 2019.

BACA JUGA: Oso: Hanya Tuhan yang Tahu Isi Pikiran Jokowi

Riset yang dilakukan pada 18–21 Maret itu melibatkan 1.200 responden. Mereka ditanya tentang berapa pasang calon yang sebaiknya bertarung sebagai capres-cawapres.

Direktur Eksekutif PolcoMM Heri Budianto mengungkapkan, sebanyak 41,15 persen responden menjawab sebaiknya dua pasang calon. Sedangkan 37,47 persen ingin ada tiga pasangan. Sementara itu, sebanyak 13,50 persen menjawab tidak tahu dan 7,78 persen melawan kotak kosong.

BACA JUGA: Jokowi Harus Pilih Cawapres Militer, Prabowo Tokoh Agama

Selain itu, lanjut Heri, pihaknya bertanya apakah poros ketiga akan terbentuk? Sebanyak 30,45 persen menjawab terbentuk; 20,19 persen tidak yakin; dan mayoritas responden atau 49,36 persen menjawab tidak tahu. ”Kami juga tanya jika poros ketiga terbentuk, siapa yang pantas menjadi capres,” ucap Heri saat mempresentasikan hasil surveinya di Hotel Alia, Cikini.

Menurut dia, sebanyak 21,00 persen menilai AHY layak diusung sebagai capres poros ketiga. Kemudian, disusul Zulkifli Hasan (ketua umum PAN) sebesar 15,33 persen; mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 12,33 persen; Mahfud MD 10,25 persen; dan Muhaimin Iskandar (ketua umum PKB) 9,42 persen.

BACA JUGA: IIMS 2018: Menunggu Motor Kustom Jokowi dan Markobar Gibran

Siapa yang pantas menjadi calon wakil presiden (cawapres) poros ketiga? Sebanyak 21,25 persen menyebut Zulkifli Hasan, AHY (19,25 persen), Gatot Nurmantyo (17,17 persen), Muhaimin Iskandar (9,75 persen), dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (8,33 persen).

Heri menjelaskan, poros ketiga diperkirakan terdiri atas koalisi Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Sedangkan poros kedua diusung Partai Gerindra dan PKS dengan capresnya Prabowo Subianto. ’’Suaranya (Gerindra dan PKS, Red) cukup untuk mengusung Prabowo,” katanya.

Berikutnya, poros pertama diusung lima partai. Yakni, PDIP, Golkar, PPP, Hanura, dan Nasdem. Lima parpol itu telah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai capres.

Meski demikian, lanjut Heri, jika ada satu partai di poros ketiga yang pindah haluan, koalisi itu tidak akan terbentuk. Misalnya, PKB mengalihkan dukungan ke Jokowi atau Prabowo, maka tidak akan ada poros ketiga.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, poros ketiga bisa saja terjadi. Tapi, yang paling besar kemungkinannya adalah dua poros. Begitu juga peluang AHY sebagai capres, semua mungkin terjadi. Apalagi, sekarang putra pertama Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu rajin keliling daerah.

Menurut dia, saat ini AHY sebagai komandan satuan tugas bersama (Kogasma) bertanggung jawab menjaring aspirasi dan membesarkan partai. Untuk itu, dia berkunjung ke beberapa daerah.

Roy menilai, karir politik AHY masih sangat panjang. Sebab, usianya masih muda. Walaupun tidak menjadi capres atau cawapres sekarang, masih ada waktu bagi mantan calon gubernur DKI Jakarta itu untuk berkiprah di panggung politik. (bay/lum/jun/c17/oni)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasil Survei Nama-nama Capres dan Cawapres Poros Ketiga


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
hasil riset   AHY   Capres   Jokowi   Poros Ketiga  

Terpopuler