Aiptu Suhardi Dikeroyok, Ahmad Riza: Kami Bangga dengan Keberanian Beliau

Minggu, 11 Juli 2021 – 06:55 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Polisi senior Aiptu Suhardi dikeroyok sejumlah pemuda-pemudi di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/7) malam.

Pelaku dengan berani merekam aksi pengeroyokan itu dan menyebarkan video tersebut hingga viral di media sosial.

BACA JUGA: Aiptu Suhardi Dihajar dan Diteriaki Kata-Kata Kasar, Kombes Azis Geram

Padahal, Aiptu Suhardi saat itu sedang menjalankan tugas, yakni berupaya membubarkan aksi balapan liar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan terima kasih sekaligus memuji keberanian Aiptu Suhardi.

BACA JUGA: 6 Fakta Polisi Senior Dikeroyok di Cilandak, Dihajar hingga Sempoyongan

Ahmad Riza Patria bahkan menyapa langsung Aiptu Suwardi melalui sambungan telepon untuk mengungkapkan rasa hormat terhadap dedikasinya saat bertugas.

"Hormat kami untuk Bapak Polisi Aiptu Suhardi, pengorbanan beliau dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kesehatan masyarakat adalah teladan bagi kami," kata Ahmad Riza Patria dalam keterangan unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu.

BACA JUGA: Kombes Hengki Haryadi: Tunggu Waktu, Akan Kami Tangkap!

Dia mengatakan bahwa Aiptu Suhardi menjadi contoh nyata betapa berisikonya tugas anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota.

Wagub juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada polisi yang telah bertindak cepat dengan menangkap para pelaku pengeroyokan Aiptu Suhardi.

"Terima kasih untuk aparat dari kepolisian yang telah menangkap para pengeroyok Bapak Aiptu Suhardi. Kita semua bangga dengan keberanian beliau," ujar Riza.

Riza juga berharap agar peristiwa yang menimpa Aiptu Suhardi dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dan berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Ini pelajaran berharga bagi kita semua, mari gunakan jalan raya sesuai dengan peruntukannya, setop kebut-kebutan dan balapan liar karena selain bisa menyebabkan pelakunya meninggal dunia juga merugikan masyarakat," tutur Ahmad Riza Patria. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler