Air Laut Pasang, Nelayan Takut Melaut

Minggu, 13 Maret 2011 – 19:42 WIB

MANOKWARI - Ketakutan warga Manokwari terhadap ancaman gelombang tsunami masih terjadi hingga saat iniWarga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai mengungsi di tempat ketinggian karena naiknya permukaan air laut mencapai hingga 1 meter.

Warga yang sebelumnya sudah kembali ke rumah masing-masing setelah pemerintah mencabut peringatan dini tsunami,kembali dikejutkan dengan naiknya permukaan air laut yang tiba-tiba

BACA JUGA: Korban Trafficking, 11 TKI Dipulangkan

Akibatnya,  sebagian warga terutama anak-anak dan wanita kembali diungsikan ke daerah yang tinggi
Sedangkan kaum pria menjaga yang berada di bibir pantai sambil mengamati permukaan laut.

"Torang tidak bisa tidur tadi malam,air naik turun terus

BACA JUGA: Tsunami Kiriman Tewaskan Warga Jayapura

Anak-anak dan ibu-ibu amankan ke atas," ujar Sahar,warga Borobudur
Wartawan Radar Sorong (Gruop JPNN) yang ikut memantaui di pemukiman Borobudur melihat permukaan air laut naik dan turun dalam selang waktu satu menit

BACA JUGA: Minta SBY Tuntut Wikileaks

Arus air naik cukup cepatRumah panggung warga bahkan sempat terendam.

Kondisi seperti terjadi hingga sekitar pukul 10.30 WitTakut ancaman gelombang tsunami sebagai dampak gempa Jepang,orang tua tak menyekolahkan anaknyaPara nelayan juga takut melautMereka menunggu situasi normal kembaliPuluhan perahu diamankan jauh dari pantaiNamun nelayan mengkuatirkan rumpun yang berada di tengah lautan"Lihat situasi duluTapi jangan-jangan rumpun terlepas karena ombakMudah-mudahan tidak apa-apa karena untuk bikin rumpun mahal," ujar La Fata, nelayan Borobudur yang sehari-hari mencari ikan tuna dan cakalang.(lm/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Abdi Dalem Bakal Digaji APBN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler