Airlangga Pertahankan Novanto, Yorrys Tagih Golkar Bersih

Selasa, 13 November 2018 – 16:16 WIB
Yorrys Raweyai. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Golkar Yorrys Raweyai menagih komitmen ketua umumnya, Airlangga Hartarto untuk mewujudkan partai berlambang pohon beringin itu bersih dari koruptor. Yorrys menyatakan, Airlangga yang mengusung slogan Golkar Bersih tenyata masih membiarkan kader yang terseret kasus korupsi.

Menurut Yorrys, waktu bagi Golkar untuk menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 tinggal lima bulan lagi. Sementara berbagai survei menempatkan elektabilitas Golkar jeblok, bahkan sudah disalip oleh Gerindra yang kini menjadi runner up di bawah PDI Perjuangan.

BACA JUGA: Politikus Golkar Menyoroti Pelayanan Kesehatan di Papua

‎"Apalagi kami lihat beberapa survei terakhir ini bahwa Golkar sudah ada di posisi ketiga dan hampir memasuki pada posisi keempat," ujar Yorrys, Selasa (13/11).

Yorrys juga mengaku pernah membuat kajian tentang elektabilitas Golkar di era kepemimpinan Setya Novanto. Ternyata elektabilitas Golkar anjlok karena dua sebab.

BACA JUGA: Mobil Listrik Hemat BBM Dua Kali Lipat

Sebab pertama adalah faktor kepemimpinan yang buruk. Sedangkan sebab kedua adalah adanya kader-kader Golkar yang terjerat dalam kasus korupsi, termasuk Novanto yang terseret kasus e-KTP.

"Ini jelas jadi masalah bagi kami. Sehingga kita membranding kembali partai ini dengan tagline, Golkar bersih saat kepemimpinan Airlangga Hartarto," katanya.

BACA JUGA: Pemerintah Akui Infrastruktur jadi Kendala Mobil Listrik

Sayangnya, Airlangga yang naik menjadi ketua umum dengan mengusung Golkar Bersih tak mewujudkan slogan itu. Misalnya, sampai saat ini Novanto masih tetap kader Golkar.

Bahkan, elite Golkar yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlanjut. Ada Idrus Marham dan Eni Saragih yang terseret kasus suap PLTU Riau 1.

"Kalau tidak segera kami akhiri, maka ini akan memberikan dampak jelek kepada elektabilitas Partai Golkar,"‎ tegasnya.

Yorrys mengaku mendukung langkah KPK mencokok kader-kader Partai Golkar yang terseret korupsi. Namun, mantan wakil rakyat itu juga mengharapkan Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga bisa berbenah.

"Jadi saya pikir kalau mau Golkar bersih segera, kami harus melakukan revitalisasi, restrukturisasi, harus siap harus menghadapi konsekuensi. Waktu tinggal lima bulan, kalau tidak sekarang kapan lagi," pungkasnya.(gwn/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Elektabilitas Golkar Tergerus Efek Bakpao Setya Novanto


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler