Ajaib, Ini 3 Manfaat Terapi Lintah yang Perlu Anda Ketahui

Rabu, 10 Februari 2021 – 05:47 WIB
Ilustrasi serangan jantung. Foto: Laman MSN

jpnn.com, JAKARTA - LINTAH telah lama digunakan dalam pengobatan untuk mengobati kelainan sistem saraf, masalah gigi, penyakit kulit, dan infeksi.

Saat ini, terapi lintah banyak digunakan dalam operasi plastik dan bedah mikro lainnya.

BACA JUGA: Lintah Serang Empat Desa

Ini karena lintah mengeluarkan peptida dan protein yang berfungsi mencegah penggumpalan darah.

Sekresi ini juga dikenal sebagai antikoagulan. Ini membuat darah mengalir ke luka untuk membantu menyembuhkannya.

BACA JUGA: 6 Langkah Mencegah Penyakit Jantung Koroner 

Saat ini, terapi lintah mulai bangkit kembali karena caranya yang sederhana dan murah untuk mencegah komplikasi.

Berikut ini beberapa manfaat terapi lintah yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir laman Genpi.co.

BACA JUGA: Bantu Atasi Penyakit Jantung, Ini 5 Khasiat Buah Pir untuk Tubuh

1. Mengobati penyakit jantung

Terapi lintah bisa digunakan dalam pengobatan penyakit kardiovaskular.

Sebab, air liur yang dihasilkan lintah mengandung pengencer darah alami serta bisa mencegah dan menyembuhkan penggumpalan darah.

Air liur lintah juga bisa meningkatkan aliran darah dan hiperalgesia atau kepekaan terhadap rasa sakit di jaringan ikat.

2. Mengurangi peradangan vena

Terapi lintah bisa mengurangi pembengkakan dan nyeri di kaki, memperbaiki perubahan warna kulit, dan meningkatkan kemampuan berjalan pasien yang menderita flebitis.

Prosedur ini membutuhkan empat hingga enam lintah yang langsung dioleskan ke area yang terinfeksi.

3. Berguna dalam rekonstruksi dan bedah mikro

Penyumbatan vena merupakan komplikasi serius dalam rekonstruksi dan bedah mikro seperti yang terjadi pada kulit kepala, retina, dan telinga yang di amputasi.

Terapi lintah berguna untuk menjaga kesehatan jaringan selama dan setelah operasi.

Jika terapi lintah dilakukan selama operasi, air liurnya membantu mengencerkan darah dan menurunkan kemungkinan penyumbatan vena.(genpi/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fany Elisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler