Akhir Juni Lokalisasi Loa Hui Ditutup

Jumat, 21 Maret 2014 – 01:18 WIB

jpnn.com - SAMARINDA - Sekian lama dikeluhkan masyarakat setempat, akhirnya Lokalisasi Suka Damai Loa Hui di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir itu dipastikan ditutup.

Bahkan Pemkot Samarinda juga telah menetapkan waktu pastinya untuk menutup lokalisasi berpenghuni 230 Wanita Tuna Susila (WTS) yang kini berada di tengah-tengah pemukiman warga itu.

BACA JUGA: Surati SBY Agar Tunjuk Putra Babel Pimpin PT Timah

Hal tersebut ditegaskan Asisten III Setkot Samarinda, HM Ridwan Tassa seusai memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah komponen terkait di Balai Kota, kemarin siang.

Menurutnya, Lokalisasi Loa Hui memang sudah sangat pantas ditutup dengan berbagai pertimbangan mendasar. Terutama untuk mengakomodir aspirasi masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi tersebut.

BACA JUGA: Di Cirebon, Prona Sasar 2.500 Bidang Tanah

Bahkan, Pemkot juga telah membentuk tim khusus sebagai persipan penutupan lokalisasi tersebut. Ridwan Tassa ditunjuk sebagai Ketua tim didampingi Kepala Dinas Kesejehteraan Sosial (Dinkessos) Samarinda, Hermanto selaku sekretaris tim. Tim tersebut nantinya akan diperjelas tugasnya dengan Surat Keputusan  (SK) Wali Kota.

“Dengan penutupan ini, kita berharap supaya para penghuni di sana bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih layak. Makanya, dalam waktu dekat tim kita akan melakukan inventarisasi permasalahan di sana,” katanya.

BACA JUGA: Sky Aviation Tak Mengudara Di Pekanbaru Hingga Akhir Bulan Maret

Inventarisasi tersebut juga termasuk soal apa yang dikehendaki para PSK tersebut. Di antaranya dengan pilihan hendak dipulangkan ke kampung halaman, mencari kerja yang lebih layak dan manusiawi, atau membuka usaha.

“Kalau mau membuka usaha semacam usaha salon, kita akan upayakan untuk mencarikan modal usaha. Apalagi, untuk penanganan ini kita ajuga bekerjasama dengan Dinas Sosial Kaltim,” terangnya.

Untuk waktu pastinya, lanjut Ridwan, paling lambat akhir Juni mendatang sudah mulai ditutup. Itu bersamaan dengan edaran Pemkot tentang penutupan sementara Tempat Hiburan Malam (THM) selama Ramadan. Pasca itu, tidak diperbolehkan sama sekali lokalisasi Loa Hui beroperasi.

“Jadi terserah mau ambil pilihan yang mana. Yang jelas, setelah Ramadan itu tidak boleh ada lagi Lokalisasi Loa Hui. Jadi yang mau pulang kampung juga kita persilahkan. Yang pasti tidak boleh kembali lagi bekerja sebagai PSK,” tegasnya.

Kepala Dinkessos Samarinda, Hermanto juga mengakui hal yang sama. Kata dia, sejauh ini sosialisasi sudah hampir sering mereka lakukan. Para PSK maupun pengelola wisma di sana juga sebenarnya tak keberatan soal rencana penutupan tersebut.

“Mereka hanya minta supaya direhabilitasi. Jadi sebelum ditutup, terlebih dahulu harus dibina agar mendapatakan pekerjaan lain sebelum meneinggalkan pekerjaannya sebagai PSK,” tuturnya.

Namun dalam waktu dekat, Dinkessos akan menyebarkan kuesioner kepada 230 PSK dan 39 pemilik wisma di sana. Terutama untuk mengetahui aspirasi mereka.

“Mereka maunya apa, asalkan bisa meninggalkan aktivitas prostitusi untuk bekerja yang halal. Tapi kalau ada yang mau pulang kampung, siap kita pulangkan. Tiketnya nanti akan kita yang belikan. Tapi dengan catatan, tidak boleh kembali lagi. Dan itu harus ada tanda tangan di atas materai,” pungkas Hermanto. (yes)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PLTU Pangkalan Susu Tunggu Enam Bulan Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler