Aksi Balap Liar Marak

Sabtu, 18 September 2010 – 12:04 WIB

TANJUNGPINANG- Aksi balapan liar yang dilakukan sekumpulan pemuda di Tanjungpinang nampaknya semakin marakKondisi ini dapat disaksikan hampir setiap malam hari, khususnya di Jalan Basuki Rahmat

BACA JUGA: RSUD Rawat 74 Pasien Lakalantas

Aksi mereka tentunya sangat meresahkan masyarakat .

"Bising banget dan sangat menggangu setiap pengguna jalan," ujar Tri, salah seorang warga yang mengeluhkan aksi balap liar, kemarin
Ia mengatakan banyak yang dirugikan dengan aksi mereka, di antaranya pengendara yang kebetulan melintas saat mereka beraksi jadi tidak konsentrasi, karena takut kena senggol dan juga sangat membisingkan telinga

BACA JUGA: Anggota Brimob Mengalah

"Heran kenapa mereka tidak ditertibkan segera, padahal nyaris setiap malam aksi balap liar itu terus terjadi," jelasnya.

Tri juga berharap alangkah baiknya, bila polisi nongkrong di lokasi tersebut, sehingga tidak ada balapan liar, karena sudah sangat meresahkan
"Tidak hanya itu, balap liar juga cukup membahayakan mereka, karena tidak sedikit dari pantauan saya yang jatuh dari motornya saat beraksi," aku Tri.

Hal senada juga diakui Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno

BACA JUGA: Pasca Lebaran, RSJ Kebanjiran Pasien

Aksi balap liar yang terus terjadi cukup meresahkan"Saya malah berpikir apa Tanjungpinang harus menyediakan arena balap bagi pemuda di kota ini, pasalnya, hampir setiap hari balap liar ini bisa disaksikan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Tanjungpinang, Djoko Rudi mengatakan pihaknya selalu mengontrol dan menertibkan setiap kegiatan masyakat di TanjungpinangHal ini terbukti di Satlantas Tanjungpinang, masih banyak terdapat motor hasil tangkapan aksi balap liar"Namun, kita juga perlu dukungan dari setiap elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban di kota ini," harapnya.

Misalnya, terang Djoko, masyarakat harus segera melaporkan kejadian atau permasalahan yang terjadi dilingkungan ke masyarakat melalui traffic manajemen centre"Karena tanpa bantuan masyarakat kita juga tidak bisa berbuat apa-apa," jelasnya.

Sampai saat ini, aku Djoko, laporan dari masyarakat yang terjadi tentang kejadian, sangat minim, terkadang dalam satu hari, tidak ada sama sekali laporan yang diterima"Bahkan selama lebaran, hanya satu kejadian yang diterima, yakni pencurian yang terjadi di Ramayana," katanyaMalah laporan yang sering diterima Polresta adalah kasus sengketa lahan"Untuk kasus ini, rata-rata per hari kita menerima dua laporan masuk," jelasnya.

Terkait balap liar yang semakin marak, Djoko menjelaskan bisa disebabkan oleh pertambahan unit motor yang terus meningkat di Tanjungpinang"Dalam sebulan, pertambahannya bisa mencapai 8000 hingga 10.000 unit motor dalam satu bulan," pungkasnya(nie)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembeli Tiket Bus Masih Antre


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler