Aktivis Mahasiswa Tewas di Kamar Hotel, Saldo Rekeningnya Lumayan Banyak

Minggu, 18 Agustus 2019 – 00:56 WIB
Police Line. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SAMARINDA - Kasus tewasnya Ariel Candra, 23, yang jasadanya ditemukan dalam posisi tergantung di salah satu kamar lantai 7 di Hotel Radja di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, dinilai ada kejanggalan. Pihak keluarga pun meminta kasus ini diungkap lebih dalam.

Pihak keluarga Ariel diwakili oleh pamannya, Tanis Kaseroan (52), mengaku hingga saat ini ia masih belum percaya jika keponakannya itu bisa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Sebab menurutnya, Ariel sosok yang kuat. Juga aktivis di berbagai kegiatan kampus. Bahkan Ariel termasuk aktivis yang bisa diandalkan.

BACA JUGA: Faizal Assegaf Sebut Arya Sinulingga Pantas jadi Menteri

Awalanya muncul dugaan Ariel tewas gantung diri lantaran masalah asmara. Hal ini mengemuka berdasar temuan sepucuk surat di lokasi Ariel ditemukan tewas di dalam kamar.

"Saya yakin masih ada masalah yang lebih besar dari itu. Sehingga dia sampai senekat ini. Kalau masalah cinta rasanya kok saya kurang yakin," kata Tanis, ditemui di Mapolsek Samarinda Kota.

BACA JUGA: Perempuan Kini Lebih Berdaya, Berani Menggugat Cerai

Selain itu, Tanis juga heran bagaimana bisa Ariel ditemukan tewas masih tergantung di pintu kamar mandi. Sebab, sepengetahuannya saat orang gantung diri dan di akhir nafas orang tersebut akan berontak.

BACA JUGA: Suami Paksa Istri Begituan dengan 2 Pria Lain, Sudah 30 Kali, di Depan Mata

BACA JUGA: Pengakuan Begal Sadis: Dapat Tas Isinya Hanya Celdam dan Kondom

Dan jika hanya digantungkan di pintu kemungkinan ujung ikatan akan terlepas. "Tingginya pintu paling dua meter. Harusnya Ariel itu jatuh saat meronta. Ini prediksi saya saja," urainya.

Tanis juga mengaku belum mengetahui di mana barang-barang Ariel berupa Mobil, laptop dan ponsel yang biasa digunakannya.

Barang-barang itu tiba-tiba saja hilang saat Ariel ditemukan. Untuk itu, pihak keluarga membuat laporan berkaitan hilangnya barang tersebut.

"Mobil itu memang sengaja dibelikan orang tuanya untuk dipakai sehari-hari. Dan hanya Ariel yang bisa menggunakannya. Saat orang tua mendapat kabar Ariel meninggal dunia, mobil itu tidak ditemukan, termasuk beberapa barang pribadi lainnya," ungkap Tanis.

Ditambahkan Tanis, dirinya meyakini polisi bakal bisa mengungkap kebenaran yang terjadi pada Ariel. Termasuk menemukan kembali mobil dan barang lainnya.

Di lain pihak, Kapolsek Samarinda Kota AKP Yuliansyah melalui Kanit Reskrim Ipda Abdillah Dalimunthe menerangkan, saat ini pihaknya fokus mencari keberadaan mobil dan barang lainnya yang hilang. Khusus untuk mobil diduga kuat telah digadaikan Ariel sebelum chek in hotel pada 6 Agustus lalu.

BACA JUGA: Istri Siri Cantik Tunggu di Teras Hingga Subuh, Suami Pulang, Bibir Tipis sampai Robek

"Hasil penyelidikan lebih lanjut dan berdasar rekaman CCTV. Ariel datang sendiri ke hotel tanpa menggunakan mobil. Dan saat ditemukan meninggal di kamar, kami pun tidak menemukan laptop maupun ponsel milik Ariel," ungkap Dalimunthe.

Ditambahkannya, dugaan jika mobil itu telah digadai lantaran ditemukan nilai uang dalam jumlah besar di rekening pribadinya.

"Ini kami lacak keberadaan mobil tersebut. Sekaligus mencari barang lainnya," pungkas Dalimunthe. (kis/nha)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pintu Kamar Hotel Dibuka Paksa, Petugas Langsung Terperanjat


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler