Aktivis Pencinta Hewan Tandatangani Petisi Hentikan Festival Daging Anjing di Yulin

Rabu, 24 Juni 2015 – 06:06 WIB

jpnn.com - YULIN - Kampanye kesejahteraan hewan telah memulai penandatanganan petisi untuk menghentikan pembantaian ribuan kucing dan anjing untuk menandai titik balik musim panas di Yulin, Tiongkok.

Pejabat pemerintah hanya berpura-pura "melarang" festival tahunan makan anjing Yulin yang kontroversial itu, setelah menarik perhatian pengunjuk rasa dari seluruh dunia untuk turun ke jalan di provinsi Guangxi.

BACA JUGA: Ibu Ini Habiskan Ribuan Dolar Demi Selamatkan Ratusan Anjing dari Pembantaian Festival Yulin

Buktinya pembantaian kucing dan anjing untuk daging tetap saja terjadi dan tidak dilarang di Yulin. Pemerintah daerah Yulin mengatakan tidak bisa menghentikan bisnis yang sudah menjadi tradisi  di daerah tersebut untuk merayakan puncak musim panas, pada 21 Juni.

Bagi warga kota selatan Tiongkok itu, puncak musim panas adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman sambil mengkonsumsi daging anjing sampai sepuasnya. 

BACA JUGA: Puasa saat Hawa Panas Menyengat dan Listrik Padam, Sudah Renggut 450 Nyawa

Anjing dikurung di sisi Renminzhong Road, menunggu dipindahkan ke rumah jagal di gang sempit. Foto: AP / Humane Society International 

BACA JUGA: Astaga..., Wanita Ini Lompat ke Danau Lantaran Suami Menolak Beli Tas Untuknya

Para aktivis mengatakan apakah itu bisa disebut "festival" atau tidak, setidaknya pembantaian ini akan terus berlangsung seperti biasanya tahun ini. 

Maka dari itu, diluncurkanlah sebuah petisi tahun lalu oleh Andrea Gung dari kesejahteraan amal Duo Duo Project yang berbasis di AS. Organisasi ini dibuka kembali, dan sekarang memiliki lebih dari 210.000 pendukung.

Gung mengatakan kepada The Independent: "Saya menyaksikan Daging Festival Anjing pada 2014. Beberapa anjing masih menggoyang-goyang ekor mereka ketika mereka dibunuh di rumah jagal."

"Kepercayaan anjing pada manusia jauh lebih besar daripada hewan lain. Atas nama anjing terlantar di seluruh dunia kita telah mengkhianati mereka - sekarang memakan mereka adalah saya menyebutnya pengkhianatan".

Para pengunjuk rasa mengatakan festival tersebut mendorong pasar gelap untuk anjing dan daging kucing di Yulin semakin merajalela. Tapi para pedagang selalu menangkal peraturan pemerintah dengan alasan mencegah penyebaran penyakit seperti rabies.

Seorang wanita dikendaraannya mengangkut lebih dari 10 anjing, yang baru saja disembelih, dan membawanya ke di pasar untuk dijual. AP / Humane Society International 

Organisasi kesejahteraan lain, Humane Society International, mengirim penyelidik yang menyamar untuk mengunjungi rumah jagal Yulin dua hari setelah pemerintah mengatakan melarang festival tersebut.

Menyamar sebagai penjual daging, ia menemukan bahwa anjing dan kucing diangkut, dikurung dan dibunuh di rumah pemotongan hewan yang kumuh, gelap, bau dan "ofensif" - sebelum dijual ke pasar ilegal.

"Berdasarkan pengamatan saya anjing-anjing tersebut adalah bekas hewan peliharaan yang telah dicuri atau anjing yang ditelantarkan," kata Li.

Ratusan anjing peliharaan menunggu kematian mereka di rumah jagal, sementara yang lain menonton temannya dibantai di depan mereka. AP / Humane Society International 

Berbicara kepada Mail Online ia mengatakan pembantaian anjing secara massal ini masih terjadi di Yulin meskipun pemerintah setempat berusaha memberikan kesan bahwa acara itu tidak ada lagi.

"Pemerintah Yulin telah menyatakan 'festival' tidak akan terjadi, tapi ini hanya omong kosong dan ribuan anjing masih akan mati untuk daging mereka. Apakah itu disebut sebuah festival atau tidak?" ujarnya.

Pengumuman pemerintah sepertinya tidak mungkin menghentikan para aktivis datang ke Yulin tahun ini untuk melawan perdagangan daging anjing dan kucing. Tetapi pedagang lokal telah menemukan cara untuk mengubah ini sebagai keuntungan mereka.

Peter Li memegang kalung anak anjing yang ditemukan di rumah jagal. AP / Humane Society International 

Tidak dipungkiri, reaksi menentang festival tahunan ini telah mendatangkan banyak turis berkunjung ke kota itu dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan media lokal, pedagang daging anjing mengancam akan membunuh anjing-anjing itu dengan cara kekerasan dan tidak manusiawi, kecuali para pengunjuk rasa setuju membeli untuk kebebasan mereka.

Humane Society International telah meluncurkan petisi sendiri terhadap apa yang disebutnya "festival kekejaman", yang dapat ditandatangani di sini. Untuk bergabung dengan petisi Duo Duo Project, klik di sini

Kampanye diantara sejumlah petisi online telah mendapat dukungan yang berkembang pesat dari kalangan pengguna media sosial.

Organisasi lain, badan amal Naikkan Ur Paw, telah menerima lebih dari 60.000 tanda tangan dan didukung oleh aktor dan komedian Ricky Gervais - seorang pendukung terkemuka hak-hak binatang untuk menentang 'festival kekejaman' ini. (ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SilkAir Mendarat Darurat di Haikou karena Topan Kujira


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler