Alasan BI Sempurnakan Layanan SKNBI soal Transfer Dana dan Kliring

Kamis, 04 Juli 2019 – 01:20 WIB
Bank Indonesia. Foto: Ilana Adi Perdana/Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, SOLO - Efisiensi pembayaran ritel melalui perluasan layanan sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong permintaan domestik.

Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) menyempurnakan layanan SKNBI terkait transfer dana dan kliring berjadwal.

BACA JUGA: Transaksi Nontunai Triwulan Pertama 2019 Tembus Rp 15,53 Triliun

Nantinya bakal ada penurunan biaya transfer melalui SKNBI. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo Bandoe Widiarto mengatakan, biaya transfer melalui SKNBI turun jadi Rp 3.500 per transaksi.

BACA JUGA: Pasar di AS Tidak Seksi, Eksportir Udang Fokus Garap Dalam Negeri

BACA JUGA: Industri Pertambangan Masih Menggiurkan

Awalnya maksimal Rp 5 ribu per transaksi. Biaya layanan lainnya seperti kliring warkat debit, layanan pembayaran reguler, dan layanan kliring tetap Rp 5 ribu per transaksi.

Perubahan juga terjadi pada jadwal layanan transfer dana. Saat ini periode settlement ada lima kali sehari.

BACA JUGA: BI Segera Turunkan Suku Bunga Acuan

Yakni pukul 09:00, 11:00, 13:00, 15:00, dan 16:45. Untuk reguler hanya dua kali, yakni pukul 08:00 dan 14:45.

Setelah disempurnakan, layanan transfer dana dan pembayaran reguler ditambah menjadi sembilan kali sehari. Yakni mulai pukul 08:00-16:45.

”Perubahan-perubahan ini kami lakukan demi kenyamanan dan mendorong kegiatan bisnis agar lebih efisien dan meningkat,” jelas Bandoe kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (2/7).

Dia menambahkan, penyempurnaan juga menyasar service level agreement. Sebelumnya transaksi maksimal 2 jam dari masing-masing bank pengirim dan bank penerima.

“Sekarang lebih dipersingkat. Lebih cepat menyelesaikan transaksi antarbank,” jelas Bandoe.

Sementara itu, Vice President Bank Mandiri Tbk Area Surakarta Ony Suryono Widodo menyampaikan dukungan terhadap kebijakan BI tersebut.

Pihaknya menilai penyempurnaan ini membantu masyarakat dalam kegiatan operasional bisnis agar lebih efektif dan efisien.

”Sebagai tindak lanjutnya, kami akan melakukan sosialisasi. Baik secara internal maupun eksternal,” bebernya. (gis/fer)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cadangan Devisa Turun Rp 63 Triliun


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler