Alasan Premium Belum Bisa Dihapuskan

Sabtu, 04 April 2015 – 09:52 WIB
SPBU. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Tim  Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Agung Wicaksono mengatakan, penghapusan RON 88 tidak bisa dilakukan cepat meski ada dorongan pemerintah.

Alasannya, anak usaha Pertamina yakni Pertamina Trading Limited (Petral) yang sudah dilumpuhkan perannya ternyata sudah mengadakan tender impor BBM.

BACA JUGA: Penghapusan Premium, Serius gak sih?

Tidak tanggung-tanggung, sebelum peran Petral dialihkan ke Integrated Supllay Chain (ISC), Petral menjalin impor BBM RON 88 dalam tenor waktu enam bulan.

Mau tidak mau, pemerintah harus menghormati kontrak yang ada. "Rekomendasi kami belum bisa diwujudkan, karena ulah Petral yang ngadain impor BBM," jelasnya.

BACA JUGA: Pelni Menyulap Aset Nganggur Jadi Gerai Ritel

ISC memang sudah melakukan tender, tetapi tidak untuk masa-masa yang sudah diisi oleh tender Petral. Soal kilang, dia mengakui butuh waktu supaya bisa digunakan untuk produksi RON 92. Tapi, tidak bisa dilakukan sekaligus karena ada dampak yang harus ditanggung.

"Dampaknya ke Pertamina dan masyarakat bagaimana. Pertamina juga akan bangun kilang yang bisa menghasilkan RON 92," imbuhnya. (dim)

BACA JUGA: Kementerian BUMN Bakal Panggil Sukardi Rinakit

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Layanan Lion Air Membaik, Kemenhub Tetap Lakukan Pengawasan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler