Alhamdulillah, Setelah Terseok-seok Hari Ini Kurs Rupiah Mampu Menanjak

Jumat, 25 Juni 2021 – 10:39 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat 20 poin atau 0,14 persen. Foto: dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat 20 poin atau 0,14 persen.

Rupiah menguat ke posisi Rp 14.420 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.440 per USD.

BACA JUGA: Kurs Rupiah Kembali Terperosok Senin Pagi, Ini Penyebabnya...

Tim Riset Monex Investindo Futures menyatakan penguatan terjadi seiring pelaku pasar yang mencerna komentar beragam terkait kebijakan moneter oleh pejabat bank sentral AS The Fed.

"Pasar mata uang bergerak lesu di tengah trader yang mempertimbangkan sinyal yang berbeda dari para pejabat Federal Reserve AS terkait waktu pemangkasan stimulus moneter," tulis tim riset dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (25/6).

BACA JUGA: Pascaproyeksi Suku Bunga The Fed Kurs Rupiah Ambyar 117 Poin, Begini Kata BI

Menurutnya USD mendapatkan beberapa dukungan semalam.

Hal itu terlihat dari dua pejabat The Fed yang mengatakan bahwa periode inflasi yang tinggi di Amerika Serikat dapat lebih lama dari perkiraan.

BACA JUGA: Kurs Rupiah Rawan Terpeleset Seiring Konsolidasi Pasar Jelang Pertemuan The Fed

Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan tekanan inflasi jangka pendek akan mereda menuju kuartal keempat.

Sedangkan Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker menyampaikan ekonomi AS pada umumnya dalam kondisi yang baik.

Namun, pada Selasa (22/6) lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa tekanan harga seharusnya akan mereda dengan sendirinya.

Tim Riset Monex Investindo Futures melihat USD melemah pada hari Kamis (24/6) lalu, setelah menghabiskan pekan ini secara bertahap menjauh dari level tertinggi dua bulan.

Hal itu terjadi setelah sikap Federal Reserve AS yang secara mengejutkan hawkish dalam hasil pertemuan mereka pada pekan lalu.

Indeks USD saat ini berada di level 91,769, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,814.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,497 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,487 persen.

Pada Kamis (24/6) lalu, rupiah ditutup terkoreksi 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 14.440 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.433 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
rupiah   Dolar   The Fed   obligasi  

Terpopuler